BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 5-8 Oktober

Senin, 05 Okt 2026, 17:24 WIB

JAKARTA - BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026. Peringatan tersebut, disampaikan ketika sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi kondisi kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG menyebut, kondisi kering masih terjadi di sejumlah daerah berdasarkan hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga Dasarian II September 2026. Dari hasil monitoring tersebut, sebanyak 1.474 titik tercatat mengalami HTH dalam kategori ekstrem panjang.

Ket. Foto: — Sumber: BMKG

"Kondisi kering di sebagian wilayah tersebut berimplikasi pada masih tingginya jumlah titik panas (hotspot)," kata BMKG dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (5/10). Ancaman karhutla juga masih terlihat dari pemantauan titik panas di sejumlah kawasan Indonesia.

Pada 30 September 2026 pukul 00.00-23.00 WIB, BMKG mendeteksi 159 hotspot di Sumatera, 193 titik di Kalimantan, serta 322 titik panas di wilayah Papua dan Maluku.

BMKG mengingatkan, kemunculan hujan dalam durasi singkat dan cakupan yang tidak merata belum otomatis mengakhiri kondisi kering secara keseluruhan. Terlebih, sejumlah wilayah telah mengalami defisit curah hujan dalam periode yang cukup panjang.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG memprakirakan cuaca Indonesia pada 5-8 Oktober 2026 secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang berpotensi meningkat di sejumlah wilayah dan perlu diwaspadai.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang meliputi:

- Aceh,

- Sumatra Utara,

- Sumatra Barat,

- Riau,

- Banten,

- Jawa Barat,

- Kalimantan Barat,

- Papua Tengah,

- Papua.

Selain hujan sedang, BMKG juga memperingatkan potensi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Papua Pegunungan, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Potensi cuaca ekstrem tersebut, perlu diantisipasi karena dapat memicu sejumlah dampak. Terutama, di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diimbau, meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan saat hujan lebat maupun angin kencang terjadi. BMKG meminta, masyarakat terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan secara resmi. ils/I-1

  • hujan lebat
  • Petir
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Angin Kencang

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.