Ekonomi Rakyat Menggeliat, Transaksi UMKM Tembus Rp2,17 Triliun Sepanjang Tahun Ini

Senin, 10 Nov 2025, 17:10 WIB

JAKARTA – Fasilitasi penjajakan bisnis bagi UMKM sangat penting untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring kemitraan, dan menarik investasi yang mendukung pertumbuhan usaha.

Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dapat mempertemukan produk dan inovasinya dengan kebutuhan industri maupun konsumen potensial.

Ket. Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengunjungi salah satu peserta pameran baju busana muslim di Jakarta Muslim Fashion Week 2026, Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-Kemendag

Selain membuka peluang ekspor dan kolaborasi, penjajakan bisnis juga mendorong peningkatan kapasitas manajerial serta daya saing UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kegiatan penjajakan bisnis (business matching) pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) telah menghasilkan transaksi sebesar 130,17 juta dolar AS atau setara Rp2,17 triliun selama periode Januari-Oktober 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan nilai transaksi ini menunjukkan konsistensi minat pembeli mancanegara terhadap produk-produk UMKM Indonesia.

"Nilai transaksi ini juga merefleksikan kemampuan produk-produk UMKM lokal kita dalam merambah pasar ekspor," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/11).

Nilai transaksi ini terdiri atas purchase order (PO) 56,99 juta dolar AS dan potensi transaksi 73,18 juta dolar AS. Sepanjang Januari-Oktober 2025, telah terlaksana 542 kegiatan business matching.

Jumlah itu terdiri atas 348 kurasi produk UMKM oleh perwakilan perdagangan RI di luar negeri (pitching) dan 194 pertemuan dengan pembeli mancanegara.

Khusus Oktober 2025, tercatat transaksi sebesar 21,35 juta dolar AS. Nilai tersebut terdiri atas PO senilai 1,03 juta dolar as dan potensi transaksi 20,32 juta dolar AS.

Terdapat 34 UMKM yang berpartisipasi dalam business matching daring, serta 26 UMKM lainnya secara tatap muka di pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 pada 15-19 Oktober 2025 lalu.

Selama Oktober 2025, sesi business matching telah mempertemukan para UMKM dengan 34 pembeli dari 21 negara, baik daring maupun tatap muka, yang mencari produk-produk UMKM Indonesia.

"Sektor yang diminati, antara lain, fesyen, kerajinan, furnitur, kopi, lada, jahe dan boga bahari beku," kata Budi.

Sementara itu, sejumlah pembina UMKM telah berpartisipasi dalam UMKM BISA Ekspor periode Oktober 2025. Para pembina ini, yaitu Pertamina; Bank Negara Indonesia; Perusahaan Perdagangan Indonesia; dinas-dinas perindustrian dan perdagangan dari Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bangka Belitung, Cirebon; Badan Ekonomi Kreatif; Jakarta Muslim Fashion Week; dan Export Center.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.