Sinergi TNI dan Warga Lewat TMMD Percepat Pembangunan Pedesaan Bantul
Jumat, 07 Nov 2025, 15:00 WIBBANTUL - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bantul kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Program yang resmi ditutup pada Kamis (6/11) di Lapangan Bawuran, Kapanewon Pleret, ini menjadi bukti kuat manfaat besar TMMD dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan warga.
Pelaksanaan TMMD kali ini berfokus di Dusun Jambon, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, sejak 8 Oktober 2025. Sebanyak 115 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bantul, organisasi masyarakat, dan warga setempat terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Dandim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa seluruh sasaran TMMD Sengkuyung Tahap IV berhasil diselesaikan 100 persen tepat waktu, baik kegiatan fisik maupun non-fisik.
Pekerjaan fisik yang rampung meliputi pembangunan cor blok sepanjang 507 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 0,12 meter, pembuatan satu unit gorong-gorong, serta rehabilitasi satu unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, terdapat hasil lebih (over prestasi) berupa tambahan cor blok sepanjang 146,5 meter, wujud nyata kolaborasi dan semangat gotong royong antara satgas TMMD dan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan non-fisik diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, hukum dan kamtibmas, pencegahan kejahatan dan judi online, kesehatan masyarakat termasuk stunting dan posyandu, hingga pembinaan keluarga sakinah serta pembangunan rumah sehat.
âTMMD ke-126 ini merupakan tahap akhir pelaksanaan tahun 2025 yang bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah, meningkatkan kesejahteraan sosial, serta membuka akses fasilitas umum dan sosial yang lebih memadai. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan memperlancar roda perekonomian daerah,â ujar Letkol Kav Fikri Nurheldi.
Ia menegaskan, pembangunan fisik yang dilakukan melalui TMMD disesuaikan dengan kebutuhan prioritas warga dan selaras dengan rencana pembangunan daerah. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sanitasi diharapkan menjadi pendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
âKami berpesan agar semangat gotong royong yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD ini terus dipelihara. Masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,â tambahnya.
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap IV di Bantul menegaskan kembali bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga sarana memperkuat ketahanan sosial dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Melalui TMMD, TNI berperan sebagai penggerak pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
Berita Terkait:
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Serat Palilah Diserahkan, Warga Pedak Baru Bantul Dapat Kepastian Tinggal
-
Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
Hasil Liga Champions: Arsenal Bermain Imbang 1-1 Lawan Atletico
-
Bantul Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Kebijakan dan Sistem Digital
-
Sulsel Buka Kuota Sertifikasi Halal Gratis 2026, UMKM Bisa Daftar Sekarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.