Indonesia Darurat Narkoba
Jumat, 07 Nov 2025, 00:00 WIBNarkotika di Indonesia sudah sangat memprihatinkan karena sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat baik di perdesaan maupun perkotaan sehingga sudah fase darurat. Terlebih saat ini peredarannya sudah sangat mengkhawatirkan dengan munculnya New Psychoactive Substances (NPS) dalam berbagai bentuk seperti makanan, permen, minuman, hingga rokok elektrik.
Presiden RI Prabowo Subianto telah menyatakan perang terhadap narkoba di Indonesia. Presiden menegaskan bahwa narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap masa depan bangsa Indonesia yang harus diperangi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Presiden pun menyerukan penguatan pemberantasan narkoba melalui sinergi seluruh aparat penegak hukum dan lembaga negara, serta masyarakat.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkapkan sekitar 50 orang di Indonesia meninggal setiap hari akibat narkoba atau mencapai 18 ribu orang per tahun, dengan rentang usia korban didominasi kelompok muda 14 hingga 25 tahun.
Tak hanya di Indonesia, narkotika telah menjadi persoalan serius di dunia, dengan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba secara global mencapai 585 ribu orang per tahun atau rata-rata 52 orang meninggal setiap jam. Angka kematian akibat narkoba di dunia bahkan lebih besar daripada akibat konflik bersenjata dan terorisme.
Saat ini terdapat 1.386 jenis narkoba baru di dunia di mana 99 di antaranya telah teridentifikasi beredar diTanah Air. Dari jumlah tersebut, 94 jenis sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
Bahkan cairan vape kini juga teridentifikasi mengandung narkotika jenis etomidate, senyawa anestesi yang di Taiwan dikategorikan sebagai narkotika golongan 1.
Di sisi lain, sebanyak 52,97 persen penghuni lembaga pemasyarakatan tercatat merupakan narapidana kasus narkotika. Berdasarkan Indonesia Drug Report 2025, jumlah narapidana dan tahanan kasus narkoba mencapai 141.016 orang. Dari jumlah itu, 76.712 merupakan bandar, pengedar, penadah, dan produsen, sementara sebanyak 64.304 lainnya merupakan pengguna.
Provinsi Sumatra Utara tercatat memiliki jumlah tahanan kasus narkoba tertinggi pada 2024 dengan 19.378 orang, termasuk 10.952 bandar dan pengedar. Jawa Timur menyusul di posisi kedua dengan 13.917 tersangka, disusul Jawa Barat (10.989), Riau (8.767), dan DKI Jakarta (8.533).
Kalimantan Timur menempati posisi keenam dengan 7.979 tersangka, diikuti Sumatra Selatan (7.593), Sulawesi Selatan (6.823), Kalimantan Selatan (6.766), dan Jawa Tengah (6.106).
Terdapat ciri-ciri umum orang yang terpapar narkoba dengan istilah â7 ong plusâ, yakni bohong, nyolong, nodong, songong, ompong, bengong, dan rempong.
Lantas bagaimana dengan pemberantasan serta upaya dari BNN untuk memerangi ancaman narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan tersebut? Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan langkah dan strategi untuk memerangi peredaran narkoba di Indonesia itu yang dirangkum dalam sejumlah kesempatan oleh wartawan Koran Jakarta Fredrikus W Sabini. Berikut petikannya.
Apa langkah BNN untuk memerangi narkoba di Tanah Air?
Untuk memperkuat upaya pencegahan, BNN meluncurkan program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) agar pendidikan antinarkoba masuk ke dalam sistem pembelajaran sejak dini.
Sejauh mana keterkaitan antara pemberantasan narkoba dengan Asta Cita Prabowo?
Pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.
Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa.
Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara.

BADAN NARKOTIKA NASIONAL
Apakah penggunaan narkoba di RI sudah cukup parah?
Kondisi narkotika di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, tidak hanya di perkotaan tapi juga sudah merambah ke pedesaan dan sekolah-sekolah sehingga dapat dikatakan narkotika sudah masuk fase darurat.
Karena itu kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam memerangi ancaman narkoba yang kini sudah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Pekerjaan rumah kita banyak sekali sehingga BNN harus bekerja keras, cepat, serta memperkuat hubungan kelembagaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Mana yang diprioritaskan BNN, pemberantasan atau pencegahan?
Melakukan pemberantasan itu adalah hal yang mulia, tetapi melakukan pencegahan adalah sesuatu yang sangat mulia karena mencegah sebelum terjadinya keburukan atau kejahatan.
Perkembangan narkotika saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama dengan munculnya New Psychoactive Substances (NPS) dalam berbagai bentuk seperti makanan, permen, minuman, hingga rokok elektrik.
Target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika persoalan narkoba tidak ditangani secara serius. Masalah narkoba tidak boleh dianggap kecil, karena pekerjaan rumah kita besar, jadi mari Kita tingkatkan kolaborasi di semua bidang.
BNN baru saja menggandeng Australian Federal Police (AFP) dalam pemberantasan narkoba, apa sasarannya?
Itu merupakan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi peredaran gelap narkotika di kawasan Asia-Pasifik.
Pentingnya peningkatan kerja sama, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk penindakan kejahatan narkotika lintas batas, capacity building bagi aparat penegak hukum, dan pertukaran intelijen (intelligence sharing). Hal ini didorong oleh kedekatan geografis kedua negara yang memungkinkan pola lintas peredaran narkotika melalui jalur laut.
Sejauh mana efektivitas rehabilitasi oleh BNN?
Pentingnya peran rehabilitasi sebagai ujung tombak penyelamatan korban penyalahgunaan narkotika. Narkotika tak mengenal batas usia atau latar belakang sosial.
Saat ini banyak anak-anak yang sudah terkena narkotika. Kita harus punya semangat dan rasa bangga, karena Bapak/Ibu adalah ujung tombak yang menyentuh masyarakat.
Di tengah pesatnya era digital, pekerjaan rehabilitasi tidak dapat digantikan oleh mesin maupun robot. Isu narkotika masih menjadi perhatian serius Presiden RI yang tercantum dalam Asta Cita dan program prioritas nasional. Data BNN menunjukkan ada sekitar 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia di mana 2,71 juta di antaranya merupakan usia produktif sehingga rehabilitasi perlu digencarkan.
BNN luncurkan program Jaga Jakarta Tanpa Narkoba beberapa waktu lalu, apa tujuannya?
Narkoba merupakan ancaman nyata bagi stabilitas nasional, terutama DKI Jakarta sebagai ibu kota negara. Dari panggung apel kebangsaan ini, mari kita tabuh lebih keras genderang perang melawan narkoba!
Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen subversif, yang secara sistematis dapat melemahkan ketahanan bangsa dan mengancam masa depan generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) harus dilakukan secara komprehensif, holistik, integratif, dan berkelanjutan.
Program Jaga Jakarta Tanpa Narkoba merupakan inisiatif strategis yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi itu menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk melindungi masyarakat DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kehidupan sosial budaya bangsa dari bahaya narkoba.
Program kolaborasi memiliki tiga fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan masyarakat melalui pembentukan dan penguatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelopor pencegahan.
Kedua, kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam pelaksanaan program edukasi, deteksi dini, serta intervensi berbasis masyarakat.
Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk memperluas jangkauan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Apa yang Anda inginkan dari masyarakat?
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mewujudkan tiga hal penting. Pertama, menjadikan lingkungan sebagai zona bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Kemudian kedua, menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Ketiga, menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong sebagai senjata moral dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika.
Saya berharap Jaga Jakarta Tanpa Narkoba dapat menjadi gerakan moral, sosial, dan kebangsaan yang menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun desa/kota yang bersih tanpa narkoba.
Program ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah untuk mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih tanpa narkoba.
Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Jakarta yang aman, bersih, sehat, dan tangguh dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Apakah Target Indonesia Emas tercapai tanpa memberantas narkotika?
Target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika persoalan narkoba tidak ditangani secara serius.
Perkembangan narkotika saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama dengan munculnya narkoba jenis baru alias New Psychoactive Substances (NPS) dalam berbagai bentuk seperti makanan, permen, minuman, hingga rokok elektrik.
Masalah narkoba tidak boleh dianggap kecil karena pekerjaan rumah kita besar. Jadi mari kita tingkatkan kolaborasi di semua bidang.
Maka dari itu, BNN terus menggencarkan pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai langkah yang sangat mulia dibandingkan pemberantasan, karena mencegah sebelum terjadinya keburukan atau kejahatan.
Bagaimana cara Anda agar anak muda tidak kena narkotika?
Kami mengajak para pemuda untuk menjadi agen pencegahan narkotika. Pentingnya peran pemuda dalam menjaga kedaulatan bangsa dari ancaman narkotika, sehingga pemuda diharapkan menjadi agen perubahan dan pelopor gerakan generasi sehat, dengan mengedepankan nilai-nilai kepemimpinan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan.
Sisipkan pesan-pesan bahaya narkotika, Kita harus sepakat narkotika itu tidak ada gunanya, sangat berbahaya, serta tidak baik untuk kecerdasan, kesehatan, dan spiritual.
Kami meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang merupakan para peserta Kemah Bhakti Pemuda tersebut, bisa menjadi ujung tombak pencegahan narkotika di Indonesia.
Arah kebijakan Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia unggul dan pemberantasan narkotika sebagai bagian penting dalam upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.
Kemah Bhakti Pemuda diikuti puluhan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia yang berkumpul untuk memperkuat semangat kebangsaan, kepemimpinan, dan komitmen terhadap cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dengan tema Asta Cita dan Jalan Panjang Kepemudaan: Dari Tantangan Zaman Menuju Indonesia Berdaulat, kegiatan Kemah Bhakti Pemuda tidak hanya menjadi wadah pembinaan karakter, tetapi juga ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda.
Acara seperti itu sebagai momentum strategis untuk menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya War on Drugs for Humanity alias Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan, sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan.
Dengan semangat kepemudaan dan kolaborasi lintas sektor, BNN terus berkomitmen untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) yang berdaulat di tanah sendiri.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Plafon KUR pertanian tahun 2026
-
Tren ChatGPT Images 2.0: Intip Bentuk Prompt Poster Fanart Hingga Personal Colour
-
Usai Bupati Kena OTT KPK, Aktivitas Layanan Pemkab Ponorogo Berjalan Normal
-
BNN Sosialisasi serta Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan ke Penghuni Apartemen Kalibata City
-
Pemusnahan barang bukti narkotika di BNN Pusat
-
Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif Mulai Akhir Oktober
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Berikut Prediksi dan Jadwal Sidang Isbat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.