Ratusan Rumah di Bandung Hancur Disapu Puting Beliung

Kamis, 06 Nov 2025, 02:12 WIB

BANDUNG -  Angin puting beliungmelanda Bandung dan menghancurkan ratusan rumah warga. Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 289 rumah rusak akibat bencana alam angin puting beliung yang terjadi di tiga kecamatan Selasa (5/11). Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan langkah awal pemerintah adalah memastikan keselamatan warga dengan melakukan asesmen ulang agar semua korban berada di tempat aman dan tidak ada korban susulan.

“Dengan penuh rasa prihatin, kami sudah langsung menghampiri para korban. Kondisinya sangat memprihatinkan, banyak rumah yang tidak bisa ditinggali karena atapnya hilang,” kata Farhan di Bandung, Rabu. Farhan merinci dari 289 rumah yang rusak terdiri dari 103 rumah di Kecamatan Cinambo, 93 rumah di Kecamatan Ujungberung, serta 93 rumah di Kecamatan Cibiru.

Ket. Foto: rumah warga hancur — Sumber: ist

“Berdasarkan data sementara, total 289 rumah mengalami kerusakan akibat puting beliung tersebut, dengan sekitar 900 jiwa terdampak,” katanya. Ia mengatakan telah memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera melakukan pendataan kebutuhan warga terdampak dan menyalurkan bantuan maksimal dalam waktu kurang dari 24 jam.

“Hal yang utama, pastikan korban sudah aman. Jangan sampai ada korban tambahan jika terjadi hujan atau angin kencang susulan,” kata dia. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi menghadapi cuaca ekstrem. “Warga Bandung harus siap siaga seratus persen. Kita tidak bisa menduga kapan cuaca ekstrem terjadi, tapi pemerintah tidak akan tinggal diam. Semua unsur sudah bergerak bersama,” kata Farhan.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan pihaknya bersama Bank BJB juga memberikan bantuan uang tunai bagi rumah warga yang rusak. Masing-masing sebesar Rp1 juta untuk kerusakan ringan, Rp2 juta untuk sedang, dan Rp3 juta untuk rusak berat.

Cianjur

Sementara itu,  Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi 893 kepala keluarga terdampak pergeseran tanah di sejumlah kecamatan di wilayah Cianjur selatan dengan total bantuan Rp1,3 miliar. Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Ahmad Rifai, di Cianjur, Rabu, mengatakan DTH diberikan kepada warga korban pergeseran tanah selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember dengan anggaran berasal dari Biaya Tak Terduga (BTT) Kabupaten Cianjur.

"BTT sudah disiapkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, di mana masing-masing penerima mendapatkan DTH sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan," katanya. Dia menjelaskan penerima bantuan terdapat di sejumlah kecamatan terdampak termasuk perkampungan yang harus direlokasi seperti di Kecamatan Agrabinta, Kadupandak, dan Takokak, yang jumlahnya sekitar 500 kepala keluarga.

"Kami sudah menyalurkan BTT untuk DTH ke BPBD Kabupaten Cianjur, sehingga warga yang sudah terdata dapat mencairkan uang bantuan di rekeningnya masing-masing yang sudah dibuatkan bank BJB," katanya. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Cianjur Nurzen mengatakan data penerima DTH pergeseran tanah di sejumlah kecamatan di Cianjur sekitar 893 kepala keluarga, namun masih perlu dilakukan perbaikan karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP bermasalah.

"Dari 893 penerima DTH dengan total nilai Rp1,3 miliar diambil dari BTT ada perbaikan 165 penerima yang NIK KTP bermasalah namun penyaluran tetap berjalan, sehingga penerima sudah dapat mencairkan uangnya mulai hari ini (Rabu)," katanya. Dia menjelaskan setiap penerima manfaat tinggal mencairkan uang DTH ke bank BJB terdekat melalui rekening yang telah dibuatkan pihak bank sebelumnya, di mana masing-masing penerima mendapat DTH sebesar Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan.

"Penerima sudah dapat memastikan apakah masuk atau belum uangnya karena per hari ini (Rabu) DTH untuk mereka sudah ditransfer ke masing-masing rekening penerima di sejumlah kecamatan terdampak pergeseran tanah pada tahun 2024," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.