Banyak Keluarga di Asia Khawatir Soal Keberlanjutan Finansial, Keamanan Keuangan Harus Jadi Prioritas

Kamis, 06 Nov 2025, 18:08 WIB

JAKARTA-Perusahaan layanan jasa keuangan, Sun Life Indonesia hari ini merilis hasil survei terbaru bertajuk Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia, yang menunjukkan bahwa keamanan finansial menjadi fondasi utama dalam perencanaan warisan di kawasan Asia.

 Namun demikian, sebanyak 60 persen responden mengaku khawatir bahwa kekayaan mereka tidak akan bertahan melewati generasi anak-anak mereka, menandakan pentingnya perencanaan yang lebih terstruktur dan peningkatan literasi finansial antar generasi.

Ket. Foto: Sun Life Indonesia hari ini merilis hasil survei terbaru bertajuk Passing the Torch: Building Lasting Legacies in Asia, yang menunjukkan bahwa keamanan finansial menjadi fondasi utama dalam perencanaan warisan di kawasan Asia — Sumber: istimewa

Maika Randini, Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia menjelaskan, survei ini melibatkan lebih dari 3.000 responden di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam, untuk menggali lebih dalam pandangan, perilaku, dan aspirasi masyarakat Asia dalam merencanakan warisan baik dalam bentuk kekayaan finansial maupun nilai-nilai dan tradisi keluarga.

Sebanyak 70 persen responden menempatkan perlindungan finansial keluarga sebagai prioritas utama dalam perencanaan warisan. Prioritas berikutnya adalah memastikan adanya rencana pewarisan yang jelas dan tersampaikan dengan baik untuk menghindari kebingungan atau sengketa (53%), serta membangun kekayaan yang cukup untuk diteruskan kepada generasi berikutnya (48%).

Sebagian besar responden ingin agar kekayaan yang mereka tinggalkan tetap produktif. Sebanyak 59 persen berharap warisan tersebut diinvestasikan dalam aset finansial, asuransi jiwa, atau bisnis keluarga agar terus menciptakan pertumbuhan jangka panjang. "Jumlah yang sama (59%) juga ingin warisan mereka digunakan untuk kebutuhan dasar seperti perumahan dan kesehatan, serta 56 persen ingin warisan tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan hingga jenjang universitas atau pelatihan kejuruan,"ungkap Maika di Jakarta, Kamis (6/11).

Hampir dua pertiga (60%) responden terang dia khawatir bahwa kekayaan mereka tidak akan bertahan melewati generasi anak-anak mereka. Lebih dari separuh (55%) juga merasa bahwa ahli waris mereka belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk mengelola harta peninggalan. Hanya 31% yang percaya anak-anak mereka akan menjaga, mengembangkan, dan melanjutkan nilai-nilai serta kehendak mereka dalam hal pengelolaan kekayaan.

"Kekhawatiran ini paling kuat dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, di mana 28 persem menyebut diri mereka “sangat khawatir” terhadap keberlangsungan kekayaan keluarga,"ucap dia.

Maika Randini mengatakan, pihaknya melihat adanya perubahan cara pandang keluarga terhadap konsep warisan tidak hanya seputar kekayaan, tetapi juga bagaimana memberikan rasa aman, pendidikan, dan kehidupan yang lebih bermakna bagi generasi berikutnya. "Hasil survei ini menegaskan pentingnya perencanaan proaktif, bimbingan profesional, serta komunikasi terbuka dalam keluarga agar nilai dan aset dapat diwariskan secara berkelanjutan,"papar dia.

Warisan Bukan Sekadar Harta

Bagi banyak keluarga di Asia, warisan tidak hanya diartikan sebagai harta benda. Sebanyak 41 persen responden ingin meninggalkan warisan dalam bentuk kekayaan baik uang, properti, maupun bisnis keluarga. Sementara itu, 15 persen ingin meneruskan tradisi keluarga, dan 13 persen berharap dapat memberikan pengaruh positif secara pribadi kepada keluarga dan sahabat mereka.

Namun, kekhawatiran terhadap hilangnya nilai-nilai keluarga cukup tinggi. Hanya 31 persen responden percaya anak-anak mereka akan menjaga tradisi keluarga. Beberapa alasan utama yang disebutkan adalah perbedaan prioritas antar generasi (58%), keterlibatan yang terbatas (39%), salah tafsir terhadap nilai-nilai keluarga (30%), dan lemahnya ikatan antar generasi (29%).

Maika menambahkan, kini semakin banyak keluarga yang memandang warisan sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar peninggalan finansial. "Mereka ingin meninggalkan dampak yang berkelanjutanmelalui pendidikan, kesehatan, dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi generasi berikutnya,"ujarnya

Belum Siap 

Meski kesadaran terhadap pentingnya perencanaan warisan semakin meningkat, tingkat kesiapan masih tergolong rendah. Hanya 19 persen responden yang merasa benar-benar siap jika harus meninggalkan warisan hari ini, meningkat sedikit menjadi 29 persen di kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi. Hanya 10 persen yang telah menyiapkan dan mengomunikasikan rencana warisan secara lengkap, sementara hampir separuh (45%) baru memiliki sebagian rencana, dan 31 persen sama sekali belum menyiapkannya.

Kesadaran terhadap alat perencanaan seperti surat wasiat, perwalian, dan penasihat keuangan memang tinggi, namun penggunaannya masih rendah. Sebanyak 70 persen mengetahui adanya dokumen perencanaan warisan, tetapi hanya 38 persen yang benar-benar menggunakannya. Begitu pula dengan penasihat keuangan—67 persen mengetahuinya, tetapi hanya 36 persen yang pernah berkonsultasi.

Sebagian besar diskusi tentang warisan di dalam keluarga juga belum terstruktur. Hampir separuh (44%) masih dilakukan secara informal, padahal hanya 27% responden yang menganggap cara ini paling efektif.

Maika menjelaskan, banyak keluarga yang sudah mulai membicarakan soal warisan, tapi belum benar-benar membuat rencana konkret. "Diskusi yang lebih terstruktur dan melibatkan seluruh anggota keluarga penting untuk menghindari konflik dan memastikan warisan dapat diteruskan dengan jelas dan berkelanjutan,"ucapnya

Literasi Finansial

Keluarga kini semakin melihat pendidikan finansial sebagai bentuk warisan tak ternilai. Sebagian besar responden mengatakan mereka telah atau berencana untuk berbagi pengalaman finansial pribadi (54%), melakukan diskusi terbuka tentang keuangan (53%), serta mengajarkan dasar-dasar pengelolaan keuangan (53%).

Kebutuhan akan bimbingan profesional juga meningkat. Sebanyak 37% responden telah menggunakan jasa penasihat keuangan, dan 42% berencana melakukannya. Kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi memimpin (58%), diikuti Gen Z (47%) yang menunjukkan perubahan sikap terhadap pentingnya dukungan finansial yang terstruktur.

Maika menutup, hari ini, banyak keluarga ingin mewariskan lebih dari sekadar harta. Mereka ingin memberikan pengetahuan dan nilai untuk mengelola kekayaan dengan bijak. "Sun Life berkomitmen untuk mendampingi keluarga Indonesia membangun warisan yang tidak hanya bertahan, tetapi juga membawa makna bagi generasi-generasi berikutnya,"pungkasnya

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.