Tesla Terpukul! Diskon Gila-Gilaan Tak Mampu Bendung Serbuan Mobil Listrik Lokal
Rabu, 05 Nov 2025, 07:15 WIBIndustri otomotif listrik di Tiongkok tengah mengalami persaingan sengit, memaksa raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, menghadapi tekanan luar biasa.
Dilansir dari Antara, meski telah melakukan berbagai upaya agresif seperti diskon besar-besaran dan peluncuran model-model baru, penjualan Tesla di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia ini justru menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan.
Laporan dari CarNewsTiongkok pada Jumat menyebutkan bahwa pada kuartal ketiga 2025, pengiriman kendaraan Tesla di Tiongkok mengalami penurunan sebesar 8 persen. Angka ini lebih buruk dibandingkan penurunan yang tercatat pada awal tahun, dan berdampak pada penurunan penjualan secara year-to-date sebesar 6,4 persen. Penurunan ini terus terjadi meskipun Tesla gencar menawarkan insentif, termasuk suku bunga 0 persen untuk pembiayaan dua model andalannya, Model 3 dan Model Y.
Di tengah tantangan berat ini, Tesla juga terus melakukan penyesuaian harga untuk tetap kompetitif. Salah satunya adalah pemangkasan harga Model 3 varian penggerak roda belakang dengan jangkauan 830 km, yang baru diluncurkan, namun sudah mendapat potongan harga hampir 4 persen kurang dari sebulan setelah peluncurannya di Tiongkok.
Ironisnya, ketika Tesla berjibaku mempertahankan pangsa pasar, para pemain lokal justru menikmati sambutan hangat dari konsumen. Salah satu pesaing yang paling mencolok adalah Xiaomi dengan model SU7. Mobil ini berhasil mengungguli penjualan Tesla Model 3 setiap bulan sejak Desember, menjadi pesaing yang kian menyudutkan posisi Tesla.
Bahkan BYD, produsen kendaraan listrik domestik yang selama ini menjadi pemimpin pasar, juga mulai merasakan tekanan dengan mencatat penurunan penjualan selama empat bulan berturut-turut. Namun berbeda dengan Tesla, penurunan tersebut tidak terlalu berdampak besar terhadap persepsi pasar terhadap produk-produk lokal.
Untuk mendongkrak kembali penjualan, Tesla kerap memanfaatkan strategi insentif berbatas waktu, seperti subsidi suku bunga 0 persen. Namun, strategi ini belum mampu mengatasi masalah permintaan yang terus melemah, sehingga sering kali Tesla terpaksa kembali menerapkan insentif tersebut secara berkala.
Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi Tesla di pasar mobil listrik Tiongkok tak lagi sekuat dulu. Perubahan selera konsumen, meningkatnya kualitas produk lokal, serta strategi agresif dari pesaing domestik membuat Tesla harus berjuang lebih keras agar tetap relevan di tengah lanskap industri yang semakin kompetitif.
Redaktur: Muhammad Ihsan Karim
Penulis: Muhammad Ihsan Karim
Berita Terkait:
-
Disaksikan Prabowo: Menteri Bahlil Teken Tiga Perjanjian dengan Korea
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Siap Dilakukan, Banjir Jakarta Dibidik dari Hulu ke Hilir
-
Bakamla RI Rayakan HUT ke-20 dengan Khitanan Massal Gratis
-
3 Nelayan Indonesia Terombang-ambing di Laut Dua Hari, Berhasil Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia
-
Bantul Segera Kumpulkan Bendahara Desa Terkait Pengelolaan Keuangan
-
Stasiun Jatake Beroperasi Akhir Januari 2026, Mobilitas Tangerang-Jakarta Makin Optimal
-
Ukraina dan Russia Gelar Pembicaraan Langsung Pertama di Abu Dhabi, Bahas Rencana Perdamaian Trump
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.