Arsenal Catat Delapan Laga Tanpa Kebobolan, Arteta Puji Mentalitas Tim
Rabu, 05 Nov 2025, 18:35 WIBJAKARTA - Arsenal kembali menunjukkan kekuatan defensif luar biasa setelah menundukkan Slavia Praha dengan skor 3â0 pada laga tandang, Selasa (4/11). Selain kemenangan meyakinkan, hasil tersebut menandai keberhasilan The Gunners menjaga gawang tetap bersih dalam delapan pertandingan berturut-turut, prestasi yang terakhir kali terjadi lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada tahun 1903.
Pelatih Mikel Arteta menilai rekor tersebut bukan semata hasil kerja barisan bek dan kiper, melainkan buah dari kolaborasi seluruh pemain di lapangan. Dalam 776 menit sejak terakhir kali kebobolan, yakni dari gol Nick Woltemade untuk Newcastle United, Arsenal hanya menghadapi sembilan tembakan tepat sasaran dari lawan. âYang membuat saya bangga bukan angka clean sheet-nya, tetapi mentalitas di baliknya,â ujar Arteta seusai laga.
Mentalitas Kolektif dan Rasa Memiliki
Usai kemenangan atas Brighton pekan lalu, gelandang muda Myles Lewis-Skelly menggambarkan suasana ruang ganti tim dengan kalimat sederhana. Ia menyebut Emirates sebagai ârumahâ yang harus dijaga. âKami merasa bangga saat menjaga gawang tetap bersih,â katanya.
Arteta menilai pernyataan tersebut mencerminkan rasa memiliki yang kuat. âUntuk menggunakan istilah seperti itu, para pemain harus benar-benar merasakannya,â ujarnya menjelang laga melawan Burnley.
Pada pertandingan di Praha, Arsenal menghadapi tekanan besar karena Slavia belum terkalahkan di kandang sepanjang musim. Arteta mengakui bahwa timnya sudah mempersiapkan diri menghadapi periode sulit di awal laga. âKami tahu 15 hingga 20 menit pertama akan berat. Kami harus menerimanya sebelum mengubah ritme permainan,â jelasnya. Strategi tersebut terbukti efektif.
Struktur dan Kualitas Individu
Pertahanan Arsenal juga ditopang oleh kedisiplinan dan detail eksekusi di lapangan. Gabriel Magalhães memenangkan duel udara penting melawan Tomas Chory sejak menit awal, sementara Piero Hincapié menutup celah dengan kecepatan dan antisipasi yang baik.
William Saliba tampil solid sebagai pengatur ritme pertahanan, memotong bola sebelum ancaman berkembang. Sementara itu, kiper David Raya jarang melakukan penyelamatan karena lini depannya bekerja efektif menyaring serangan sejak dini.
Rekor Bukan Tujuan Akhir
Meski delapan laga tanpa kebobolan merupakan pencapaian istimewa, Arteta menegaskan bahwa fokus utama tim tetap pada konsistensi. âYang terpenting bukan rekor, tapi bagaimana pemain terus memperbaiki detail kecil di setiap pertandingan,â tegasnya.
Dengan mentalitas kuat dan struktur permainan yang matang, Arsenal kini bukan hanya tampil menyerang dengan efisien, tetapi juga menunjukkan diri sebagai salah satu tim dengan pertahanan paling solid di Eropa musim ini.
- Mikel Arteta
- Arsenal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Reza Aditya Firdaus
Berita Terkait:
-
Stepehen Eustaquio, Mengubah Sejarah Sepak Bola Kanada
-
Menakar Relevansi Gaya Kepemimpinan Ali Sadikin di Era Kota Global
-
Masa Depan Leandro Trossard di Arsenal Masih Abu-Abu, Besiktas Ajukan Tawaran Verbal 322 Miliar Rupiah
-
Festival Lamaholot Diandalkan Angkat Wisata NTT, ASITA Soroti Dampak Jangka Panjang
-
Dirut PT Pos Indonesia Daud Joseph Mundur, Perusahaan Pastikan Operasional Tetap Normal
-
Jangan Cuma Meta! Pengamat Desak Kemkomdigi Seret TikTok hingga X Bongkar Sarang Judol
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.