Padat Karya, Strategi Sleman Gerakkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja

Selasa, 04 Nov 2025, 17:00 WIB

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat upaya pemerataan pembangunan melalui program padat karya berbasis masyarakat. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, meresmikan sejumlah infrastruktur hasil kegiatan Padat Karya APBD Kabupaten Sleman Tahap II Tahun Anggaran 2025 di Watuadeg, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita sebagai simbol peresmian.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga proyek infrastruktur yang diresmikan, yakni saluran irigasi di Padukuhan Bolu, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan; pembangunan corblok jalan, talud, dan gorong-gorong di Padukuhan Bayeman, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi; serta corblok jalan di Padukuhan Watuadeg, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkab Sleman

Wakil Bupati Danang Maharsa menjelaskan bahwa kegiatan padat karya merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Program ini, kata dia, tidak hanya memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong di tingkat lokal.

“Padat karya ini juga merupakan gerakan sosial ekonomi yang mengedepankan semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat. Melalui program ini, Pemkab Sleman berupaya menggerakkan potensi warga untuk ikut terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan wilayahnya,” ujarnya.

Danang menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus melanjutkan program padat karya sebagai bagian dari strategi pembangunan yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga serta memperkuat fondasi ekonomi lokal, khususnya di kawasan pedesaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, menyampaikan bahwa kegiatan Padat Karya APBD Tahap II dilaksanakan di tujuh lokasi dengan total anggaran Rp160 juta per lokasi. Setiap lokasi melibatkan 42 tenaga kerja, sehingga secara keseluruhan sebanyak 294 orang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Program ini bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi masyarakat yang menganggur atau setengah menganggur, dengan jam kerja kurang dari 40 jam per minggu,” jelas Epiphana.

Melalui program padat karya ini, pemerintah daerah berharap pembangunan infrastruktur di Sleman tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.