Harapan Pemangkasan Lanjutan Suku Bunga Acuan The Fed Pudar, IHSG Hari Ini Ikut Lesu

Selasa, 04 Nov 2025, 18:05 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga lanjutan.

Sentimen global ini menekan minat risiko investor, terutama pada aset pasar berkembang termasuk Indonesia.

Ket. Foto: Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Investor cenderung bersikap hati-hati menanti kejelasan arah kebijakan moneter AS, sementara aliran dana asing mulai menurun akibat potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama dari perkiraan.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/11) sore, ditutup melemah 33,17 atau 0,40 persen ke posisi 8.241,91 seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan menunda pemangkasan lanjutan terhadap suku bunga acuannya.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,14 poin atau 0,25 persen ke posisi 841,84.

“Sering adanya stick inflation, membuat The Fed berpotensi menunda pelonggaran kebijakan moneter dengan melaksanakan Fed Funds Rate (FFR) cut rate. Rencana awalnya Desember tahun ini, jadi dimundurkan di Januari tahun depan,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta saat dihubungi, di Jakarta.

Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025, The Fed telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75-4 persen.

Namun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan belum ada kepastian untuk pemangkasan lanjutan, yang mana terdekat The Fed kembali menggelar pertemuan FOMC pada 9-10 Desember 2025.

Selain itu, dari mancanegara, Nafan mengatakan sentimen negatif yang mempengaruhi pelemahan IHSG yaitu dinamika government shutdown (penutupan Pemerintah) Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut, dan berpotensi menjadi government shutdown terlama sepanjang sejarah AS.

Dari dalam negeri, ia mengatakan sentimen negatif yaitu masih minimnya katalis positif dari data makroekonomi domestik yang bisa memberikan positive impact terhadap IHSG.

Dari sisi geopolitik, menurutnya, adanya eskalasi geopolitik juga turut mempengaruhi perilaku pelaku pasar untuk bersikap lebih prudent.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor industri yang turun sebesar 2,43 persen.

Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 1,96 persen dan 1,17 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CINT, FPNI, PTSP, ATIC, dan UVCR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KBLV, RISE, KDTN, ASLI, dan AEGS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.344.670 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,53 miliar lembar saham senilai Rp19,43 triliun. Sebanyak 207 saham naik, 439 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 840,34 poin atau 1,60 persen ke 51.571,00, indeks Hang Seng melemah 205,96 poin atau 0,79 persen ke 25.952,40, indeks Shanghai melemah 16,33 poin atau 0,41 persen ke 3.960,19, dan indeks Strait Times melemah 26,32 poin atau 0,59 persen ke 4.418,01.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.