Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI: Program Patua-Wanua Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sulawesi Utara

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI: Program Patua-Wanua Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sulawesi Utara Doc: Antara
Ket. Kepala BI Sulut Joko Supratikto pada Kegiatan Apresiasi dan Penutupan Program Patua-Wanua Sulut Tahun 2025 di Manado, Senin (3/11).

Manado - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah itu.

"Kita sadari bersama bahwa Sulawesi Utara merupakan daerah yang kaya dengan sumber daya dan potensi unggulan, kekayaan hasil laut yang melimpah, hingga semangat masyarakat yang pantang menyerah," kata Joko pada Kegiatan Apresiasi dan Penutupan Program Patua-Wanua Sulut Tahun 2025 di Manado, Senin (3/11).

Semua ini menjadi modal besar untuk mewujudkan kemajuan ekonomi Sulawesi Utara.

Namun demikian, katanya, potensi yang besar tidak akan berarti tanpa adanya penguatan kapasitas, kompetensi dan inovasi yang berkelanjutan.

"Inilah beberapa hal utama yang melatarbelakangi kami dalam inisiasi program Patua dan Wanua sejak tahun 2020. Melalui program ini, kami terus berupaya memberikan nilai tambah terhadap potensi yang ada agar para petani dan pelaku usaha tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif dan berdaya saing tinggi, tidak hanya di Provinsi Sulawesi Utara, namun juga di pasar nasional bahkan global," katanya.

Program ini merupakan wujud nyata komitmen BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Gubernur Sulut Yulius Selvanus.

Langkah kongkrit ini BI wujudkan melalui tiga strategi pengembangan UMKM secara end-to-end yang mencakup penguatan kelembagaan melalui sosialisasi sertifikasi halal dan koperasi untuk memperkuat legalitas kelompok/pelaku usaha.

Penguatan daya saing melalui serangkaian pelatihan dan promosi perdagangan, serta peningkatan akses keuangan melalui kegiatan "business matching" bekerja sama dengan perbankan.

Sepanjang tahun 2025, potensi para peserta Patua-Wanua dikembangkan melalui berbagai tahapan, mulai dari open recruitment, assesment dan interview, bootcamp, company visit, hingga serangkaian pelatihan intensif yang terbagi dalam tiga tahap, mencakup praktik dan teori budidaya pertanian untuk Patua serta pembelajaran seputar mindset bisnis, onboarding digital, market analysis hingga strategi ekspor untuk Wanua.

Selain itu, kegiatan promosi perdagangan produk UMKM dan hasil pertanian dilakukan melalui berbagai pameran, di antaranya Road To Fesyar dan Urban Economy Digifest di Manado, Sinergi North Sulawesi Investment Forum Tomohon International Flower Festival (NSIF TIFF) di Tomohon.

Kemudian Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta, Fesyar Kawasan Timur Indonesia di Pontianak, Internasional Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta dan pameran pertanian Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Manado, hingga berbagai ajang lainnya guna memperluas akses pasar serta membuka peluang kolaborasi dan inovasi produk.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan acara pada hari ini yaitu apresiasi dan penutupan program Patua-Wanua 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Pengungsi Yaman Menjerit Bu...

Awal Musim Hujan Bakal Lebih Lambat

38 menit yang lalu | Ones

Nasional
Awal Musim Hujan Bakal Lebi...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
CUACA EKSTREM

California Umumkan Darurat El Nino

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.