- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump akan Menjamu Al-Shar...
Trump akan Menjamu Al-Sharaa di Gedung Putih pada 10 November
Senin, 03 Nov 2025, 05:31 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi tuan rumah bagi pemimpin sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa untuk mengadakan pembicaraan bulan ini, yang akan menandai kunjungan pertama seorang presiden Suriah ke ibu kota AS.
Dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan dalam pidatonya pada hari Minggu (2/11) bahwa kunjungan tersebut akan membantu membuka âbabak baruâ dalam hubungan antara Damaskus dan Washington.
"Presiden Ahmed al-Sharaa akan berada di Gedung Putih pada awal November," kata al-Shaibani dalam pidatonya di Bahrain. "Tentu saja, ini kunjungan bersejarah. Ini adalah kunjungan pertama seorang presiden Suriah ke Gedung Putih dalam lebih dari 80 tahun."
Akan ada banyak isu yang dibahas, dimulai dengan pencabutan sanksi dan pembukaan babak baru antara Amerika Serikat dan Suriah. Kami ingin membangun kemitraan yang sangat kuat antara kedua negara.
Sebelumnya, situs web berita AS Axios mengutip Tom Barrack, utusan AS untuk Suriah, yang mengatakan al-Sharaa diharapkan menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan aliansi internasional pimpinan AS melawan kelompok ISIL (ISIS) selama kunjungannya.
Bertemu dengan Trump
Al-Sharaa, yang merebut kekuasaan dari Bashar al-Assad pada bulan Desember, telah berupaya membangun kembali hubungan Suriah dengan kekuatan dunia yang telah menjauhi Damaskus selama pemerintahan al-Assad.
Ia bertemu Trump di Arab Saudi pada bulan Mei dalam pertemuan pertama antara pemimpin kedua negara dalam 25 tahun.
Pertemuan itu, di sela-sela pertemuan Trump dengan para pemimpin Dewan Kerjasama Teluk, dipandang sebagai perubahan besar peristiwa bagi Suriah yang masih menyesuaikan diri dengan kehidupan setelah lebih dari 50 tahun pemerintahan keluarga al-Assad.
Al-Sharaa juga berpidato di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada bulan September.
Ia pernah memimpin cabang al-Qaeda di Suriah. Satu dekade lalu, kelompok anti-Assad yang dipimpinnya memisahkan diri dari jaringan tersebut dan kemudian bentrok dengan ISIS. Al-Sharaa juga pernah menerima hadiah $10 juta dari AS untuk kepalanya.
Presiden Suriah telah bergabung dengan para pejuang yang memerangi pasukan AS di Irak sebelum memasuki perang Suriah. Ia bahkan dipenjara oleh pasukan AS di sana selama beberapa tahun.
Koalisi pimpinan AS dan mitra lokalnya mengusir ISIS dari benteng terakhirnya di Suriah pada tahun 2019.
Rencana kunjungan Al-Sharaa ke Washington, DC, terjadi di saat Trump mendesak sekutu-sekutu Timur Tengah untuk memanfaatkan momen ini guna membangun perdamaian abadi di wilayah yang bergejolak tersebut setelah Israel dan Hamas bulan lalu mulai menerapkan gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengakhiri perang Israel di Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun secara permanen.
Gencatan senjata yang rapuh terus bertahan, tetapi situasinya tetap genting.
Suriah dan Israel sedang berunding untuk mencapai kesepakatan yang diharapkan Damaskus akan menjamin penghentian serangan udara Israel di wilayahnya dan penarikan pasukan Israel yang telah merangsek ke Suriah selatan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bertemu Manajer Investasi, Purbaya Jamin soal Keberlanjutan Fiskal Indonesia
-
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta, Pramono Perintahkan Pemotongan Ribuan Pohon
-
Indonesia Bakal Punya Kapal Induk Pertama, Hibah dari Italia
-
Rupiah Hari Ini Melemah, Analis Bongkar Penyebabnya
-
AS Roma Kalahkan Cagliari 2-0, Donyell Malen Jadi Pahlawan
-
Gubernur Pramono: Dana ZIS Rp450 Miliar Akan Fokus untuk Pemberdayaan Ekonomi
-
Disperindag Babel Kumpulkan Distributor Cegah Kenaikan Harga Sembako Akhir Tahun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.