Gubernur Pramono: Dana ZIS Rp450 Miliar Akan Fokus untuk Pemberdayaan Ekonomi

Kamis, 05 Mar 2026, 13:50 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Ramadan oleh para pejabat serta pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (5/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengelolaan dana umat melalui lembaga resmi.

Pramono mengapresiasi kinerja BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta yang dinilai mampu menghimpun dan menyalurkan dana ZIS secara akuntabel serta transparan. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kegiatan penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Ramadan oleh para pejabat serta pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (5/3). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Ia mengatakan peningkatan kepercayaan publik tersebut berdampak langsung pada pertumbuhan penghimpunan dana ZIS dari tahun ke tahun. Hal itu sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen sosial yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kami mengapresiasi komitmen BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dalam menghimpun dan menyalurkan dana tersebut secara profesional. Keberhasilan ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat sekaligus instrumen penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan para penerima manfaat," ujar Pramono.

Pramono menambahkan Ramadan menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia menilai ibadah zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penghimpunan dana ZIS mencapai Rp450 miliar melalui BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hampir menyentuh angka Rp400 miliar.

"Target ini diharapkan dapat memperluas jangkauan mustahik serta memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi umat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Sebagai informasi, pada 2025 BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp396,356 miliar atau sekitar 99,09 persen dari target Rp400 miliar. Dana tersebut berasal dari kontribusi berbagai pihak, termasuk aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Penghimpunan dana ZIS tersebut bersumber dari tunjangan kinerja daerah (TKD) ASN maupun non-TKD yang disalurkan secara sukarela melalui BAZNAS (BAZIS). Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program sosial serta pemberdayaan masyarakat di Jakarta.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.