Kanada dan Filipina Teken Pakta Pertahanan Bersama

Senin, 03 Nov 2025, 02:50 WIB

MANILA - Filipina pada Minggu (2/11) menandatangani perjanjian pasukan kunjungan dengan Kanada, yang merupakan perjanjian terbaru dalam serangkaian perjanjian yang bertujuan untuk melawan ketegasan Beijing di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Filipina dan Tiongkok telah terlibat dalam bentrokan yang sering terjadi di jalur perairan penting tersebut, yang diklaim Beijing hampir seluruhnya meskipun ada putusan internasional yang menyatakan klaimnya itu tidak memiliki dasar hukum.

Ket. Foto: Menhan Filipina, Gilberto Teodoro Jr (kanan), bersama Menhan Kanada, David McGuinty, memegang dokumen pakta pertahanan bersama yang telah mereka tanda tangani di Manila pada Minggu (2/11). Pakta pertahanan bersama ini bertujuan memperluas aliansi keamanan untuk mencegah agresi Tiongkok di LTS. — Sumber: AFP/Ted ALJIBE

Angkatan Laut Kerajaan Kanada tahun lalu mulai mengambil bagian dalam patroli maritim gabungan di wilayah tersebut dengan rekan-rekannya dari Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang, dan Filipina.

Kesepakatan pasukan kunjungan akan memungkinkan pasukan Kanada untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan di darat juga.

Menteri Pertahanan Kanada, David McGuinty, mengatakan perjanjian tersebut akan mempererat hubungan dengan militer Filipina sekaligus memajukan strategi Ottawa di Asia-Pasifik, yang menyerukan kehadiran terdepan di kawasan tersebut.

"(Kami) akan terus maju dalam hal pelatihan, pertukaran dengan perguruan tinggi militer kami, berbagi informasi, dan memahami keamanan siber," ujar Menhan McGuinty dalam jumpa pers bersama di Manila.

McGuinty kemudian menambahkan bahwa Kanada berharap untuk mengambil bagian dalam latihan militer tahunan Filipina yaitu Balikatan pada musim semi mendatang.

Tahun lalu, Kanada menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan Filipina. Perjanjian lain yang ditandatangani di Ottawa pada 2023, memberi Filipina akses ke data dari "Sistem Deteksi Kapal Siluman" Kanada, yang memanfaatkan teknologi satelit untuk melacak kapal ilegal bahkan jika mereka mematikan perangkat pemancar lokasi.

Penjaga Pantai Filipina telah menggunakan teknologi Kanada ini untuk melacak kapal penjaga pantai dan kapal penangkap ikan Tiongkok di LTS.

“Perjanjian saat ini akan menjadi kunci untuk membina tatanan internasional berbasis aturan dan melawan upaya untuk mendefinisikan ulang norma demi keuntungan egois negara-negara kuat," ujar Menhan Filipina, Gilberto Teodoro Jr.

Manila yang merupakan sekutu perjanjian AS, menandatangani pakta pasukan kunjungan dengan New Zealand awal tahun ini dan telah memiliki perjanjian dengan AS, Australia, dan Jepang. Kesepakatan serupa saat ini sedang dibuat dengan Prancis dan Singapura.

“Upaya juga sedang dilakukan untuk memulai negosiasi dengan Inggris dan kemungkinan dengan Jerman dan India,” ungkap Menhan Teodoro.

Pantau Patroli

Sementara itu pada Sabtu (1/11) lalu militer Tiongkok mengatakan bahwa mereka telah memantau dan melacak patroli gabungan Filipina yang diselenggarakan di LTS pada 30 Oktober dan 31 Oktober.

Angkatan bersenjata Australia, New Zealand, Filipina, dan AS mengadakan latihan di LTS pada tanggal 30 Oktober dan 31 Oktober.

Sebelumnya pada Jumat (31/10) lalu AS dan Filipina mengungkap rencana pada hari Jumat untuk membentuk satuan tugas gabungan baru untuk wilayah termasuk di LTS.

Tian Junli, juru bicara Komando Armada Wilayah Selatan Tiongkok, mengatakan patroli tersebut dengan mitra yang tidak disebutkan namanya, secara serius telah merusak perdamaian dan stabilitas regional. Ia bahkan menyebut Filipina sebagai "pembuat onar" di kawasan tersebut.

"Pasukan komando armada wilayah kami tetap siaga tinggi dan akan dengan tegas menjaga kedaulatan wilayah nasional serta hak dan kepentingan maritim," ucap Tian dalam sebuah pernyataan. AFP/ST/I-1

  • philippines peso
  • canada

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.