Gedung Putih: AS Tak Kirim Pejabat Tinggi ke KTT Iklim COP30

Minggu, 02 Nov 2025, 02:00 WIB

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) tidak akan mengirim pejabat senior mana pun ke konferensi iklim COP30 yang akan digelar di Brasil, kata seorang pejabat Gedung Putih pada Sabtu (1/11), di tengah fokus Presiden Donald Trump untuk mempromosikan kemitraan energi fosil di luar negeri.

Trump, yang untuk kedua kalinya menarik AS dari Perjanjian Paris setelah kembali menjabat pada Januari lalu, memang tidak diperkirakan hadir dalam KTT Pemimpin Dunia di Belem menjelang konferensi iklim tahunan PBB tersebut.

Ket. Foto: Dalam sesi Pra-COP, Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) menegaskan pentingnya setiap negara mengajukan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) yang selaras dengan target pembatasan pemanasan global 1,5°C. — Sumber: Cop30.br

Namun kini tampaknya Washington juga tidak akan mengirim negosiator tingkat tinggi.

“AS tidak akan mengirim perwakilan tingkat tinggi ke COP30,” ujar seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP dengan syarat anonim. “Presiden secara langsung berkomunikasi dengan para pemimpin dunia dalam isu energi, yang dapat dilihat dari berbagai perjanjian perdagangan dan perdamaian bersejarah yang banyak berfokus pada kemitraan energi.”

Energi Fosil

Konferensi COP30 dijadwalkan berlangsung pada 10–21 November, dengan KTT para pemimpin dunia pada 6–7 November.

Menurut pemerintah Brasil, sejauh ini kurang dari 60 pemimpin dunia yang telah mengonfirmasi kehadiran, termasuk dari Prancis, Jerman, Inggris, Norwegia, Chili, dan Liberia. Tiongkok akan diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang.

Sementara pada masa jabatan pertamanya Trump juga pernah menarik AS dari Perjanjian Paris, kali ini pemerintahannya melangkah lebih jauh dengan menggunakan pengaruh global Washington untuk mendorong produksi bahan bakar fosil di seluruh dunia.

AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi dagang terhadap negara-negara yang mendukung penerapan sistem harga karbon yang diusulkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah naungan PBB — langkah yang membuat kebijakan tersebut praktis tertunda.

Para aktivis iklim khawatir AS dapat mengambil langkah lebih ekstrem dengan menarik diri dari UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), perjanjian dasar yang menjadi fondasi Perjanjian Paris.

Namun, hingga kini belum jelas apakah cabang eksekutif pemerintah AS memiliki kewenangan untuk membatalkan perjanjian yang telah diratifikasi oleh Senat.

Pemimpin Lokal

Meski tanpa kehadiran pejabat federal, lebih dari 100 pemimpin negara bagian dan lokal AS, termasuk gubernur dan wali kota — diperkirakan akan menghadiri KTT COP30 di Brasil di bawah koalisi bertajuk “America Is All In”.

“Kami akan hadir dengan kekuatan penuh,” ujar Gina McCarthy, salah satu ketua koalisi sekaligus mantan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pada era Presiden Barack Obama.

McCarthy menjelaskan bahwa delegasi ini mewakili dua pertiga populasi AS, tiga perempat dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta lebih dari setengah total emisi karbon AS.

“Para pemimpin lokal memiliki wewenang untuk mengambil tindakan iklim, baik di dalam negeri maupun di tingkat global,” tegasnya.

Secara keseluruhan, 170 delegasi telah terakreditasi untuk konferensi utama COP30, yang akan digelar di tengah gejolak politik global yang dikhawatirkan dapat membayangi urgensi krisis iklim.

  • Konferensi Iklim

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.