AS dan Filipina Bentuk Satgas Militer Baru

Sabtu, 01 Nov 2025, 20:25 WIB

MANILA - Amerika Serikat dan Filipina membentuk satuan tugas militer gabungan baru untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Satuan tugas ini juga bertujuan meningkatkan kesiapan militer di kawasan, khususnya di Laut Tiongkok Selatan.

Pentagon menyampaikan bahwa pembentukan satuan tugas ini bertujuan memperkuat koordinasi operasional dan meningkatkan perencanaan gabungan. Selain itu, langkah ini juga dimaksudkan untuk memperluas interoperabilitas antara kedua militer, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (1/11).

Ket. Foto: Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro (kanan) dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth — Sumber: X - Secretary of War Pete Hegseth

Laut Tiongkok Selatan menjadi fokus utama kerja sama ini karena masih menjadi sengketa antara Tiongkok dan beberapa negara Asia Tenggara. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat (31/10) setelah pertemuan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Teodoro.

Satuan tugas yang diberi nama “Task Force-Philippines” ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lapangan antara militer AS dan Filipina. Kerja sama ini terutama difokuskan untuk menghadapi tantangan keamanan di wilayah maritim yang strategis tersebut.

Pentagon menegaskan bahwa Hegseth dan Teodoro memiliki tekad yang sama untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Dalam pertemuan keempat mereka, keduanya sepakat untuk menegakkan kembali upaya pencegahan di kawasan.

Amerika Serikat dan Filipina diketahui memiliki perjanjian pertahanan bersama yang telah berlangsung lama. Perjanjian ini memungkinkan kedua negara saling membantu dalam situasi konflik.

Selain membentuk satuan tugas baru, kedua menteri juga mengumumkan rencana modernisasi kemitraan pertahanan untuk dua tahun ke depan. Program ini mencakup peningkatan kemampuan teknologi militer, penguatan pelatihan bersama, dan percepatan pelaksanaan prioritas strategis dalam kemitraan bilateral.

Pentagon menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi AS untuk memperkuat aliansi regionalnya. Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya pengaruh militer Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.