Industri Padat Karya Katalis Pertumbuhan Inklusif: Tenaga Kerja Terserap, Ekonomi Bergerak

Jumat, 31 Okt 2025, 19:50 WIB

JAKARTA – Industri padat karya sangat penting keberadaannya dalam perekonomian nasional karena menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, mengurangi tingkat pengangguran, dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Sektor padat karya ini juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, pemberdayaan komunitas, dan stabilitas sosial.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/ Maulana Surya

Direktur Riset GREAT Institute Perdana Wahyu Santosa menilai penting bagi pemerintah untuk mendorong kembali industri padat karya demi memacu penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

“PR (pekerjaan rumah) pemerintah saat ini adalah untuk meningkatkan sektor industri manufaktur supaya serapan pekerjaan formal bisa bertambah,” kata Perdana dalam jumpa pers “1 Tahun Prabowo, Pergeseran Paradigma Membawa Optimisme dan Catatan Kritis” di Jakarta, Jumat (31/10).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang atau 4,76 persen, turun 0,06 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski disebut menjadi persentase terendah sejak tahun 1998, Perdana tak menampik bahwa dinamika ketenagakerjaan Indonesia memang masih cukup besar, tercermin dari sulitnya mencari pekerjaan formal.

Ia menyampaikan bahwa saat ini, sektor pekerjaan informal masih mendominasi di Indonesia, seiring dengan perubahan tren, inovasi teknologi dan munculnya gig economy yang menawarkan fleksibilitas pekerjaan dan pendapatan.

“Porsi pekerjaan formal (berdasarkan BPS) adalah 40,6 persen, sementara pekerja informal sebesar 59,4 persen dan diperkirakan meningkat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Perdana mengatakan, meskipun realisasi investasi Indonesia per September 2025, berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM adalah Rp1.434 triliun (naik 13,7 persen secara tahunan/yoy) dan mencetak 1,95 juta tenaga kerja, sebagian besar investasi itu masih fokus ke industri padat modal.

“Sebagian besar ke padat modal, jadi daya serap ke sektor pekerjaan formal masih kurang. Dengan menggenjot manufaktur, daya serapnya sangat tinggi,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan hasil studi Great Institute bertajuk “1 Tahun Prabowo, Pergeseran Paradigma Membawa Optimisme dan Catatan Kritis”, menunjukkan bahwa 85,8 persen publik puas dengan kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Great Institute mencatat bahwa kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen, kenaikan upah riil, hingga tingkat pengangguran yang menurun, menjadi beberapa indikator positif dari aspek ekonomi.

“Upah riil tetap tumbuh positif 1,78 persen year-on-year, menunjukkan bahwa kenaikan upah pekerja secara rata-rata berhasil melampaui inflasi, sehingga menjaga daya beli riil,” demikian catatan studi tersebut.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.