- Home
-
- Luar Negeri
-
- KTT Putin-Trump Ditunda Ak...
KTT Putin-Trump Ditunda Akibat Perbedaan Sikap Soal Gencatan Senjata
Kamis, 23 Okt 2025, 01:00 WIBWASHINGTON DC â Pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwalkan pada Selasa (21/10), resmi ditunda setelah Moskow menolak usulan gencatan senjata langsung di Ukraina. Keputusan tersebut mengaburkan upaya untuk memulai kembali negosiasi guna mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Reuters bahwa âtidak ada rencana bagi Presiden Trump untuk bertemu dengan Presiden Putin dalam waktu dekatâ, setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memutuskan untuk membatalkan pertemuan tatap muka yang semula direncanakan di Budapest minggu ini.
Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya dan Putin akan segera bertemu di Hungaria untuk mendorong upaya perdamaian. Namun, penolakan Moskow untuk mempertimbangkan konsesi dinilai menghambat persiapan. Rusia bersikeras bahwa Ukraina harus menyerahkan lebih banyak wilayah sebelum gencatan senjata dapat diberlakukan.
Menurut dua pejabat AS dan dua sumber lain yang mengetahui hal tersebut, Rusia telah mengirimkan sebuah ânon-paperâ kepada Washington pada akhir pekan lalu yang menegaskan kembali tuntutannya untuk memperoleh kendali penuh atas wilayah Donbas, termasuk seluruh Luhansk dan sekitar 75 persen wilayah Donetsk.
Dokumen tersebut secara efektif menolak usulan Trump mengenai gencatan senjata yang akan membekukan pertempuran di sepanjang garis depan saat ini. âSaya rasa Rusia menginginkan terlalu banyak,â ujar seorang diplomat senior Eropa.
Para pemimpin Eropa pada Selasa mendesak Washington untuk tetap mempertahankan tekanan terhadap Moskow agar menerima gencatan senjata segera dengan garis pertempuran yang ada sebagai titik awal perundingan.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, tiba di Washington pada hari yang sama untuk berunding dengan Trump. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (22/10) waktu setempat. Seorang pejabat Barat mengatakan, Rutte berencana menyampaikan posisi Eropa yang bersatu dalam mendukung penghentian segera pertempuran dan penyelesaian yang dinegosiasikan berdasarkan kendali teritorial saat ini.
Trump, yang sebelumnya berbicara melalui telepon dengan Putin dan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, berharap dapat menggelar pertemuan puncak tingkat tinggi lain dengan Putin setelah pertemuan mereka di Alaska pada Agustus lalu gagal membuahkan hasil.
Namun, pertemuan persiapan antara Rubio dan Lavrov yang dijadwalkan di Budapest pada Kamis ditunda. Kremlin menyatakan bahwa âpersiapan seriusâ masih diperlukan dan belum ada tanggal baru yang ditetapkan.
âBaik Presiden Trump maupun Presiden Putin belum memberikan tanggal pasti,â kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. âBelum ada kesepakatan.â
Peringatan Eropa
Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto, yang pemerintahannya telah bersiap menjadi tuan rumah pertemuan puncak tersebut, menulis di Facebook: âKita akan menghadapi beberapa hari yang serius.â
Namun, dua diplomat senior Eropa mengatakan bahwa pertemuan yang ditunda menunjukkan bahwa Washington enggan melanjutkan kecuali Russia melunakkan pendiriannya. "Russia belum mengubah posisi mereka dan tidak setuju untuk 'berhenti di tempat'," kata seorang diplomat. "Saya berasumsi Lavrov memberikan pernyataan yang sama, dan Rubio berkata: 'Sampai jumpa lagi.'
Kekuatan Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, merilis pernyataan bersama yang mendukung posisi Trump bahwa pertempuran harus segera dihentikan dan bahwa garis kontak saat ini harus menjadi dasar untuk negosiasi di masa mendatang.
Laporan dari pertemuan tertutup TrumpâZelenskyy pekan lalu menunjukkan ketegangan meningkat, dengan Presiden AS mendesak Kyiv untuk menerima beberapa persyaratan Russia.
Namun, Zelenskyy menyebut perundingan tersebut sukses setelah Trump secara terbuka mendukung posisi gencatan senjata Ukraina yang telah lama dipegangnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Soal Larangan Vape, Komisi IX DPR Nilai Perlu Dipertimbangkan Serius Demi Lindungi Generasi Muda
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.