Rupiah Hari Ini Kembali Melemah, Sinyal Hawkish The Fed Bikin Investor Waspada
Kamis, 30 Okt 2025, 18:02 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar Rupiah pada pekan ini dipicu oleh meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Sinyal dari pejabat The Fed yang menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi membuat investor global kembali mencari aset aman seperti dolar AS. Kondisi ini menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (30/10) sore, melemah sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.636 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.617 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menyampaikan, pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah seiring dengan respon pelaku pasar terhadap sinyal kebijakan The Fed yang akan lebih berhati-hati ke depan.
âTekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Fed yang menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen, namun disertai sinyal kebijakan yang lebih berhati-hati ke depan,â ujar Taufan saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Kamis (30/10).
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga acuan selanjutnya belum menjadi kepastian, menurut Taufan, pernyataan tersebut membuat pelaku pasar menilai bahwa ruang pelonggaran moneter AS tidak akan terlalu agresif.
âHal ini justru menahan pelemahan dolar AS secara lebih dalam dan memberi tekanan bagi mata uang emerging markets, termasuk rupiah,â ujar Taufan.
Selain itu, Ia mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset-aset safe haven, seperti obligasi pemerintah AS dan dolar AS, menyusul kekhawatiran atas melambatnya pertumbuhan global.
âKondisi ini mendorong imbal hasil (yield) obligasi AS tetap tinggi, sehingga mempersempit peluang arus modal masuk ke negara berkembang,â ujar Taufan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini juga melemah di level Rp16.640 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.
Sebagai informasi, The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps dalam Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2025, dan mengumumkan akan kembali melakukan pembelian terbatas surat utang pemerintah AS.
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember 2025 belum dapat dipastikan. Setelah konferensi pers The Fed, peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember 2025 turun menjadi 71 persen, dari sebelumnya 90 persen.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Sosok Total dan Berdedikasi
-
Pemprov Papua Tengah Usulkan 70 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke Kementerian ESDM
-
Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Trump Nilai Iran Sengaja Ulur Waktu Perundingan
-
Liga Inggris: Manchester United Selangkah Lagi Lolos ke Liga Champions Usai Tumbangkan Brentford
-
Pemprov DKI Jalin Kolaborasi dengan Investor Bangun Ekosistem "Charging" Bus Listrik di Lahan Pemda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.