Kualitas Air Sungai Berubah Drastis Membuat Ratusan Ikan Mabuk di Banyu Urip dan Kalimas Surabaya
Kamis, 30 Okt 2025, 15:47 WIBSURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gerak cepat menindaklanjuti kemunculan sejumlah ikan di permukaan air saluran Banyu Urip dan Sungai Kalimas baru-baru ini. Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Surabaya telah melakukan pengukuran berbagai parameter kualitas air, termasuk DO (Dissolved Oxygen), pH, TDS (Total Dissolved Solids), dan suhu.
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, membenarkan bahwa fenomena ikan yang terlihat 'mabuk' atau stres ini kerap terjadi saat peralihan musim yang disebabkan oleh perubahan kualitas air secara drastis, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
âKuat dugaan penyebab kejadian ini adalah penurunan drastis kadar oksigen terlarut (DO) dalam air sungai,â terang Dedik, Rabu (29/10).
Dedik menerangkan, dugaan tersebut juga diperkuat dengan hasil pemeriksaan DLH Kota Surabaya lewat sampel air di lokasi. Pihaknya mencatat kadar DO hanya 1,5, padahal standar kadar DO di air sungai idealnya adalah 3.
âKami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya kadar DO-nya sangat rendah,â imbuhnya.Â
Menyikapi hal ini, Dedik Irianto menegaskan bahwa DLH Kota Surabaya akan terus memantau kualitas air secara berkelanjutan dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan ekosistem sungai.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan, vegetasi, dan ekosistem sungai yang ada di Kota Surabaya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah, khususnya sampah rumah tangga dan limbah lainnya, ke sungai. Kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama," pesannya.
Sementara itu, dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS, Harmin Sulistiyaning Titah memperkirakan kejadian ikan mabuk disebabkan oleh penurunan drastis kadar DO dalam air. Harmin mengatakan bahwa penurunan DO dapat disebabkan oleh pencemar organik/polutan yang selama musim kemarau mengendap.Â
âKetika musim hujan tiba, polutan terangkat sehingga mengurangi kandungan oksigen dalam air. Hal tersebut mengakibatkan ikan-ikan kekurangan oksigen dan pada akhirnya naik ke permukaan untuk mencari oksigen," pungkasnya.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Sekjen PBB Serukan Para Pemimpin Dunia Berinvestasi pada Perdamaian
-
Integritas Tata Kelola Pemkab Bekasi Diperkuat Bersama KPK
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda, Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Perkuat Mobilitas dan Distribusi Logistik Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Pelebaran 950 Meter Jalan Wiyung-Menganti Dipercepat untuk Rampung 2026
-
Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang
-
Menuju Mandalika 2026, Pertamina Gandeng Ojol & Komunitas Motor Nobar MotoGP Misano
-
Pemkot Surabaya Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di 7 Tanah Aset
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.