KLH Gandeng 49 Perguruan Tinggi Perkuat Kebijakan Pengelolaan Lingkungan di Daerah

Kamis, 30 Okt 2025, 15:50 WIB

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan 48 perguruan tinggi untuk menguatkan Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) guna menguatkan pengelolaan lingkungan di daerah.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Kamis (30/10), menyampaikan bahwa PSLH yang digagas oleh Menteri Lingkungan Hidup RI pertama Emil Salim telah merumuskan berbagi kebijakan dan instrumen pelaksanaan pengendalian dan penataan lingkungan hidup di tanah air.

Ket. Foto: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta. — Sumber: antara foto

"Kementerian Lingkungan Hidup sangat tergantung dari rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan para expert yang ada di bawah binaan Bapak Menteri Brian," kata Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif.

"Harapan kami terdapat revitalisasi peran dari PSLH sehingga dukungan-dukungan yang diperlukan oleh pemerintah kabupaten dan kota dapat diwujudkan," ujarnya.

Dia mengatakan peran universitas dengan akademisi dan pakar tidak hanya dalam perumusan kebijakan lingkungan, tetapi juga perencanaan, evaluasi bahkan aspek penegakan hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan sebagai kementerian yang membawahi perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengapresiasi pelibatan universitas dalam pembentukan kebijakan lingkungan hidup oleh KLH.

Pelibatan itu merupakan bagian dari program Kemendiktisaintek untuk mendorong para sivitas akademika di berbagai kampus Indonesia untuk memberikan sumbangsih nyata untuk mendukung penyelesaian masalah, termasuk beragam isu lingkungan.

"Semoga kolaborasi ini menjadi sangat kuat, kampus kami, laboratorium-laboratorium, peneliti, itu juga sehingga mendapat bahan-bahan yang dapat digunakan untuk meneliti dan tentunya itu sangat relevan dengan kebutuhan dan sebaliknya juga dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup bisa mendapatkan kajian-kajian yang lebih dapat dipertangggunjawabkan secara akademik," kata Brian.

Sebelumnya, kerja sama dilakukan antara KLH/BPLH dengan 48 perguruan tinggi untuk mendukung rehabilitasi mangrove di 123 lanskap di seluruh Indonesia.

Diharapkan dengan peresmian kolaborasi tersebut PSLH yang berada di berbagai wilayah dapat mendukung tidak hanya kerja Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) tetapi juga mendukung pembentukan kebijakan lingkungan hidup pemerintah kota/kabupaten.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.