Wali Kota Bandung Serukan Kikis Habis Budaya Kekerasan di Masyarakat
Rabu, 29 Okt 2025, 14:38 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melontarkan seruan tegas untuk mengikis habis budaya kekerasan di masyarakat.
Dalam acara Sekolah dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (Senandung Perdana) di Aula Kecamatan Cidadap, Selasa (28/10), Wali Kota Farhan secara khusus menargetkan birokrasi agar responsif, menekankan bahwa kekerasan adalah produk dari relasi kuasa tak seimbang yang merusak peradaban.
Acara yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung ini dihadiri puluhan kader dari Cidadap, Coblong, dan Bandung Wetan. Mereka didorong untuk menjadi garda terdepan pencegahan kekerasan.
Wali Kota Farhan mengungkapkan kekhawatiran serius terkait laporan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Ia mencontohkan kasus penangkapan remaja yang termotivasi melakukan penyerangan demi "naik kelas" dalam hierarki geng motor.
"Kekerasan tidak hanya fisik, tapi juga psikis. Dan yang mengkhawatirkan, di beberapa kelompok, kekerasan justru menjadi kebudayaan. Ini adalah jejak yang melahirkan anak-anak yang percaya bahwa satu-satunya cara bertahan hidup adalah dengan kekerasan," ujar Wali Kota Farhan.
Ia juga mengecam keras stigma sosial yang kerap menyalahkan korban, khususnya perempuan dan anak.
"Jangan sampai masyarakat mencibir korban pelecehan seksual, apalagi sampai menstigma. Dalam perspektif hukum perlindungan anak, semuanya adalah korban, terlepas dari tindakannya, karena keadilan harus dipraktikkan," ujar dia.
Wali Kota Farhan menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran aparat pemerintah dan kader yang hadir untuk mengimplementasikan tiga kunci utama dalam menghadapi kasus kekerasan.
Ketiganya yaitu:
1. Layanan: Menunjukkan komitmen pemerintah hadir,
2. Cepat: Menunjukkan kompetensi,
3. Tanggap: Menunjukkan hati dan iman.
"Layanan cepat tanggap adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa Pemerintahan Kota Bandung hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai sebuah masalah berlarut-larut baru kita turun tangan," ungkap dia.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, menjelaskan Senandung Perdana adalah program holistik yang mencakup pencegahan melalui sekolah edukasi di lingkungan pendidikan dan kewilayahan, serta penanganan terintegrasi yang melibatkan rumah sakit, kepolisian, dan dinas terkait.
"Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam tiga tahun terakhir semakin menurun. Untuk anak, setelah sempat naik, trennya juga mulai turun di tahun 2024 ini," kata Uum.
Uum juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi Senandung Perdana yang dapat diunduh di Play Store sebagai saluran pelaporan yang aman, mudah, dan terintegrasi. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Otak Sindikat Perdagangan Bayi di Indonesia dan Singapura Dijatuhi Hukuman 7 Tahun Penjara
-
Resmi Hadir di Indonesia, Maliao Perkenalkan 22 Produk Eksklusif untuk Perempuan Modern
-
Merasakan Ketegangan Persiapan Navy SEAL Menculik Diktator Panama Jenderal Noriega
-
Matt Damon Beri Update 'Jason Bourne 6'
-
Program Magang Nasional 2026 Target 150.000 Peserta, 30 Persen Berpeluang Langsung Direkrut Kerja
-
MUI Bakal Gelar Kongres Umat Islam Indonesia Bahas Penguatan Penegakan Hukum
-
Gempa M 5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebab dan Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.