• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tak Kurang dari 100 Desain...

Tak Kurang dari 100 Desainer Ambil Bagian dalam Jakarta Fashion Week 206

Rabu, 29 Okt 2025, 04:56 WIB

JAKARTA – Jakarta Fashion Week 2026 bakal diramaikan lebih dari 100 desainer. Kegiatan ini resmi digelar di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan hingga 2 November 2025. “Saat kita memulai maraton mode selama 7 hari dengan menampilkan 34 peragaan busana dan lebih dari 100 desainer, Jakarta Fashion Week bukan hanya perayaan mode. Ini adalah perayaan kolaborasi yang membuat kreativitas berkembang,” kata CEO GCMedia Group sekaligus Chairman Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana dalam pembukaan parade seremoni JFW 2026 di Jakarta.

Svida mengatakan Jakarta Fashion Week menghadirkan mulai dari nama-nama besar hingga talenta baru dari ajang Lomba Perancang Mode, Fashion Force, dan tentu saja para penggemar mode harian yang paling dinantikan, yang sekali lagi akan menentukan tren mode di tahun 2026. “Kami tidak hanya membangun platform, tetapi juga jembatan membawa mode Indonesia ke panggung dunia,” tutur dia.

Ket. Foto: jakarta fashion week — Sumber: ist

Jakarta Fashion Week 2026 juga menjadi platform edukatif dan kolaboratif, di mana inisiatif untuk terus memajukan industri fesyen Indonesia diwujudkan secara menyeluruh melalui Fashionlink, DEWI’s Luxe Market, Fashion Force Award, hingga forum diskusi Center Stage dan peragaan busana ikonik, DEWI Fashion Knights.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah ASEAN Fashion Parade, yang mempertemukan tiga desainer senior terkemuka dari Malaysia, Singapura, dan Filipina, menampilkan kreativitas dan solidaritas regional. “Bersama-sama kita sedang membentuk tidak hanya masa depan mode Indonesia, tetapi juga warisan Jakarta, sebuah kota yang merayakan warisannya, merangkul inovasi, dan menjangkau dunia melalui kolaborasi,” tutur dia.

Memasuki tahun ke-18, JFW 2026 mengusung tema “The Legacy of Style” sebuah perayaan warisan budaya serta kreativitas akan inovasi dalam industri fashion tanah air. “‘Legacy of Style’ karena kita selalu di Indonesia dihadapkan dengan warisan yang tidak ada ujungnya, setiap kita explore pasti ada yang baru, dan lalu kita melihat ke depan,” katanya.

Keberlanjutan

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan terdapat tanggung jawab besar yang tidak boleh dilupakan bahwa keberlanjutan adalah kunci masa depan fesyen di Indonesia. Widiyanti dalam sambutannya di acara pembukaan kegiatan pekan mode di Jakarta pada Senin, menyebutkan bahwa dari perajin wastra di daerah hingga perancang busana di panggung dunia, merupakan seluruh mata rantai ekosistem mode Indonesia yang perlu terus dirawat.

“Dengan mengedepankan praktek ramah lingkungan dan menghargai perajin lokal, kita bukan hanya menghasilkan busana, tetapi juga membangun peradaban yang berkelas,” kata Menpar Widiyanti. Hal tersebut, lanjut Menpar, sebagai semangat yang sejalan dengan program unggulan dari Kementerian Pariwisata yaitu "Pariwisata Naik Kelas" dan "Event by Indonesia", program tersebut sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas tinggi dan menghadirkan aneka kegiatan nasional dengan daya tarik global.

Menpar Widiyanti mengatakan acara pekan mode di Indonesia merupakan tonggak penting dalam mengukuhkan posisi Indonesia dalam industri fesyen dunia. Menurut Widiyanti, pekan mode menandai perayaan besar kreativitas dan budaya bangsa. 

“Di panggung inilah lahir kolaborasi antara tradisi dan inovasi, antara kekayaan warisan wastra dan gaya hidup modern. Kita menyaksikan perubahan besar, seperti generasi muda kini semakin mencintai produk lokal karena mereka mencari authenticity, value, and sustainability. Semangat inilah yang membuat industri mode kita semakin berdaya dan nampang di kancah internasional,” ujar Widiyanti.

Menpar Widiyanti menyampaikan bahwa kegiatan pekan mode yang digelar pihak swasta ini mampu menciptakan efek berkelanjutan seperti; menggerakkan UMKM, memperluas peluang kerja kreatif sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal dan budaya bangsa. Dalam hal ini, Menpar menilai bahwa Kota Jakarta sebagai ibu kota ASEAN, tempat di mana diselenggarakannya pekan mode yang bergengsi ini secara konsisten sangatlah besar potensinya dijadikan sebagai Fashion Capital of ASEAN.

“Fesyen merupakan bahasa universal yang berupa dialog lintas bangsa sebagai medium cultural diplomacy dan strategi promosi pariwisata berbasis budaya. Mari kita bawa semangat mode Indonesia untuk menerangi dunia dengan kekayaan budaya dan kreativitas,” tutur Widiyanti.

  • Jakarta Fashion Week 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.