Inter Coba Strukturisasi Semangat agar Menang Lagi

Rabu, 29 Okt 2025, 07:54 WIB

MILAN - Inter Milan akan berusaha bangkit dari kekalahan menyakitkan pekan lalu ketika menjamu Fiorentina di Stadion San Siro, Kamis (30/10) dini hari WIB. Setelah rentetan tujuh kemenangan beruntun mereka terhenti, Nerazzurri kini bertekad memulai rangkaian baru, sekaligus memperdalam krisis yang tengah melanda kubu La Viola.

Datang ke Naples dengan status tim dengan performa paling bagus di Italia, Inter sejatinya percaya diri bisa menumbangkan Napoli. Lawan adalah juara bertahan Serie A yang menyalip mereka secara dramatis di hari terakhir musim lalu. Namun keyakinan itu sirna di Stadio Diego Armando Maradona, ketika mereka tumbang 1-3.

Ket. Foto: Pemain Inter Milan, Hakan Calhanoglu, mencetak gol penalti di Serie A Italia antara Napoli lawan Inter Milan di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, pada 25 Oktober 2025. — Sumber: Carlo Hermann / AFP

Penalti Kevin De Bruyne di babak pertama dan dua gol tambahan selepas jeda membuat Inter gagal mempertahankan posisi puncak klasemen. Gol penalti Hakan Calhanoglu sempat memberi harapan. Namun, meski dua kali mengenai tiang gawang, Inter tak mampu menambah gol. Laga berakhir panas dengan adu argumen antarpemain di penghujung pertandingan.

Itu menjadi kekalahan pertama Inter sejak ditundukkan Juventus pada bulan September lalu. Waktu untuk berkaca sangat singkat, karena Cristian Chivu harus segera mempersiapkan tim menghadapi Fiorentina di San Siro. Saat kedua tim terakhir bertemu di tempat yang sama Februari lalu, Inter menang 2-1. “Kami harus menunjukkan reaksi cepat dan kembali ke jalur kemenangan. Mentalitas juara berarti bangkit tanpa menundukkan kepala,” ujar Chivu.

Sementara itu, bayangan kejayaan Fiorentina musim lalu, ketika menaklukkan Inter 3-0 di Artemio Franchi, telah memudar. Kini, tim asuhan Stefano Pioli terjerembab di zona degradasi setelah delapan laga Serie A 2025–2026 tanpa kemenangan. Hanya empat poin berhasil mereka kumpulkan, termasuk hasil imbang dramatis di Derby dell’Appennino akhir pekan lalu.

Tertinggal dua gol dari Bologna, Fiorentina mampu menyamakan kedudukan lewat dua penalti yang dikonversi Albert Gudmundsson dan Moise Kean. Mereka bahkan nyaris menang andai Dodo tak menyia-nyiakan peluang emas di menit ke-99. Meski begitu, setidaknya La Viola terhindar dari kekalahan kandang keempat beruntun.

Pioli kini berada di ujung tanduk. Setelah mencatat kekalahan ke-500 di Serie A melawan mantan klubnya, AC Milan, pelatih berusia 59 tahun itu kembali ke San Siro. Ini stadion yang pernah memberinya kejayaan bersama Rossoneri. Tetapi juga tempat dia dipecat oleh Inter setelah hanya enam bulan melatih. “Saya tahu tekanan di stadion ini. Tapi sepak bola adalah soal reaksi dan keberanian menghadapi masa sulit,” ucap Pioli.

Inter kemungkinan masih tanpa Marcus Thuram yang belum pulih dari cedera hamstring. Posisinya di lini depan bisa diisi Ange-Yoan Bonny yang sedang tajam dengan lima kontribusi gol dalam tiga laga terakhir, atau striker muda Francesco Pio Esposito. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.