Kapal Pesiar Sandar, Wisman Jelajahi Warisan Sejarah Probolinggo

Selasa, 28 Okt 2025, 17:00 WIB

PROBOLINGGO – Singgahnya kapal pesiar penting bagi Indonesia karena memberikan manfaat ekonomi langsung melalui pengeluaran wisatawan di destinasi lokal, seperti berbelanja dan menggunakan jasa transportasi.

Selain itu, kedatangan wisman kapal pesiar berfungsi sebagai promosi pariwisata yang dapat meningkatkan citra dan menarik lebih banyak wisatawan ke Indonesia di masa depan.

Ket. Foto: Kunjungan wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar di tempat ibadah Tri Dharma Kota Probolinggo, Selasa (28/10/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Probolinggo

Puluhan wisatawan mancanegara (wisman) yang merupakan pelancong dari kapal pesiar mengunjungi sejumlah destinasi wisata sejarah di Kota Probolinggo yang dikemas dalam "Journey Through Probolinggo Heritage".

Dalam kunjungan sehari itu, puluhan pelancong kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Tembaga berkeliling menikmati beberapa destinasi wisata bersejarah di Kota Probolinggo, Selasa (28/10).

Kepala SDK Mater Dei, Yuliana Widyastuti mengatakan, sekolahnya sudah terbiasa menerima kunjungan wisatawan mancanegara karena bangunan sekolah tersebut termasuk salah satu peninggalan bersejarah di Kota Probolinggo.

"Pada kunjungan kali ini, para siswa menampilkan permainan alat musik angklung sebagai bentuk perkenalan budaya Indonesia. Kami memberikan kesempatan bagi para turis jika ingin belajar bermain angklung," katanya.

Setelah dari sekolah yang bangunannya menjadi cagar budaya itu, puluhan wisman mengunjungi Gereja Merah yang dikenal dengan nama GPIB Jemaat Immanuel Probolinggo yang dibangun pada tahun 1862 dan hingga kini masih menjadi ikon unggulan pariwisata di Kota Probolinggo.

"Salah satu daya tarik Gereja Merah adalah keberadaan Alkitab kuno berbahasa Belanda yang masih tersimpan dengan baik hingga saat ini, serta ada peralatan perjamuan seperti sloki-sloki, ada cawan yang merupakan peninggalan Belanda," kata salah seorang jemaat Gereja Merah, Feni saat menyambut tamu.

Selanjutnya para wisman dibawa ke Museum Probolinggo yang juga berlokasi di Jalan Suroyo. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) selaku pengelola museum berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUP) mengenalkan koleksi Museum Probolinggo serta mempromosikan kain batik khas buatan UMKM Kota Probolinggo.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Probolinggo, Sardi mengatakan, pihaknya menjelaskan tentang sejarah Kota Probolinggo dan mengenalkan tentang batik dari UMKM yang disiapkan oleh DKUP, sehingga kegiatan tersebut kolaborasi dari OPD.

Salah seorang guide dari wisman kapal pesiar, Bram mengatakan bahwa Kota Probolinggo memiliki keunikan multietnik yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga hal itu yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara untuk datang dan berlabuh di kota tersebut.

"Budaya Probolinggo itu unik sekali karena dari Bromo yang kebanyakan orangnya Hindu begitu turun sejauh 17 km, sudah menemukan warga muslim, kemudian di perkotaan itu ada warga beragama Katolik, Kristen, hingga Tionghoa," katanya.

Untuk mendukung iklim pariwisata di Kota Probolinggo, Bram menyarankan agar masyarakat semakin dikenalkan dan diedukasi mengenai kesadaran wisata melalui konsep community-based tourism, yakni pembelajaran berbasis komunitas yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap potensi wisata daerah.

Kunjungan terakhir adalah ke tempat ibadah Tri Dharma Probolinggo. Di sana, para wisatawan diajak mengenal budaya etnis Tionghoa di Kota Probolinggo melalui arsitektur dan tradisi lokal yang masih lestari hingga kini.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.