Bank Indonesia Nyatakan Prospek Ekonomi Bengkulu Menjanjikan, Inflasi Terkendali dan Iklim Investasi Kondusif
Selasa, 28 Okt 2025, 13:00 WIBBENGKULU - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyatakan situasi perekonomian dan inflasi di Provinsi Bengkulu bagus untuk menumbuhkan iklim investasi daerah.
"Dengan ekonomi yang terus tumbuh dan inflasi yang terkendali, saya yakin Bengkulu bisa menawarkan prospek investasi yang menjanjikan bagi para pelaku usaha dan juga investor," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih di Bengkulu, Senin (27/10).
Dia mengatakan situasi perekonomian yang stabil dan juga tingkat inflasi yang terjaga menjadi poin penting pertimbangan investor untuk menanamkan modal mereka di sebuah wilayah.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi nasional yang masih di bawah kapasitas normalnya, perekonomian Bengkulu menunjukkan ketahanan. Kita lihat bahwa di triwulan II 2025 Bengkulu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,99 persen yoy, sedikit lagi sama dengan nasional," kata dia.
Bahkan dalam situasi saat ini lanjut dia perekonomian Bengkulu mampu tumbuh dibandingkan triwulan I 2025 tang mencatat 4,84 persen yoy. Di sisi lain, lanjut dia inflasi di Bengkulu ini terjaga sangat baik dalam sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Karena inflasi di Bengkulu ini di angka 2,57 persen, Artinya TPID dan GNPIP itu berjalan dengan baik. Dengan ekonomi yang terus tumbuh dan inflasi yang terkendali saya yakin Bengkulu bisa menawarkan prospek investasi yang menjanjikan bagi para pelaku usaha dan juga investor," ucapnya.
Banyak hal yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu untuk terus menjaga inflasi dan mendorong iklim perekonomian dan investasi semakin membaik.
"Tidak terlepas dari berbagai inisiatif daerah yang telah dijalankan, Sarasehan Perekonomian Bengkulu sebagai forum penguatan koordinasi ekonomi daerah, Bencoolen Investment Challenge (Blinc) 2025 untuk memfasilitasi proyek investasi dan membangun kapasitas RIRU," kata dia.
Kemudian Bank Indonesia juga menggelar Forum dan Inkubasi Wastra sebagai saranan promosi ekonomi kreatif berbasis budaya di Bengkulu. Kemudian BI juga menggelar Festival Ekonomi Syariah bertajuk Berkah, integrasi bisnis kopi dan pariwisata melalui program Bisnis Matching.
Selain itu BI melakukan berbagai program akselerasi digital melalui QRIS bertajuk 8K Merah Putih Beach Run serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan bekerja sama dengan TPID dan juga Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Dan langkah-langkah ini menunjukkan komitmen yang kuat, sudah ada chemistry yang menyambung di sini dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata dia.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Puluhan Instalasi Seni Dipamerkan dalam Pameran Anarta Topeng Labu 2026
-
Kemenekraf Targetkan Penyaluran KUR Berbasis KI Rp10 Triliun
-
Menang 5-2 Belum Cukup, Luis Enrique Siapkan 'Neraka' untuk Chelsea di Stamford Bridge
-
Kepesertaan Program JKN Telah Capai 282,7 Juta Jiwa, Ratusan Kepala Daerah Raih UHC Awards 2026
-
Analis: Sentimen 'Sell America' Dorong Penguatan Rupiah
-
Menko Perekonomian Umumkan Kewajiban THR untuk ASN dan Swasta
-
Malteng Siapkan Rp640 Miliar, Industri Kelapa dan Pala Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.