Prosesi Pemakaman Ibu Suri Sirikit Telah Dimulai

Senin, 27 Okt 2025, 02:40 WIB

BANGKOK - Prosesi pemakaman mantan Ratu Thailand, Sirikit, yang berlangsung selama setahun, dimulai pada Minggu (26/10), dengan para keluarga kerajaan yang berduka siap memberi penghormatan saat jenazahnya disemayamkan di Istana Agung Bangkok.

Mantan Ratu Sirikit, ibunda dari Raja Vajiralongkorn dan istri dari raja yang paling lama memerintah di negara itu, meninggal Jumat (24/10) malam pada usia 93 tahun.

Ket. Foto: Sejumlah warga yang berkumpul di depan RS Chulalongkorn, Bangkok, sambil memegang foto mantan Ratu Sirikit saat mereka mendengar kabar meninggalnya beliau pada Sabtu (25/10). Mantan Ratu Sirikit adalah ibunda dari raja Thailand saat ini, Vajiralongkorn. — Sumber: AFP/Chanakarn Laosarakham

Jenazah mantan ratu diberangkatkan pada Minggu (26/10) sore dalam perjalanan singkat dari Rumah Sakit Chulalongkorn ke kediaman keluarga kerajaan Thailand, tempat ia akan disemayamkan selama satu tahun sebelum dikremasi.

Penyiar berita televisi mengenakan pakaian hitam dan situs web media berubah menjadi monokrom, sementara warga diminta mengenakan pakaian warna berkabung tradisional Thailand, hitam atau putih, dan mengurangi acara publik selama 90 hari.

Ratusan pelayat berpakaian hitam juga memasuki Istana Agung sejak Minggu pagi, bahkan sebelum jenazah Ibu Suri Sirikit tiba, untuk memberikan penghormatan kepada potret-potret indah yang menggambarkannya.

"Saya tahu hari ini akan tiba suatu hari nanti, tetapi sekarang telah tiba, saya sedih, sangat sedih," kata Taksina Puttisan, seorang pekerja asuransi berusia 52 tahun. "Kebaikannya terhadap orang Thailand akan selalu kami kenang," imbuh dia.

Sepanjang 66 tahun pernikahannya dengan Raja Bhumibol Adulyadej, Ratu Sirikit mengukir reputasi sebagai sosok ibu yang penuh perhatian di negaranya. Beberapa media Barat bahkan membandingkan Sirikit dengan mantan ibu negara AS, Jackie Kennedy, dalam liputan meriah di halaman depan majalah-majalah mereka.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul harus menunda keberangkatannya ke Malaysia pada Sabtu (25/10) untuk menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Asean karena kabar duka ini.

"Masa berkabung diberlakukan di kerajaan ini menyusul mangkatnya Yang Mulia Ibu Suri Sirikit. Masa berkabung akan berlaku selama satu tahun," ucap PM Charnvirakul dalam pernyataannya.

Ibu Bangsa

Meskipun putra Raja Bhumibol telah mewarisi takhta sekitar sembilan tahun lalu, banyak yang masih memuja mendiang raja sebagai pemimpin negara dan Ratu Sirikit sebagai pendamping setianya.

Sebelum meninggal, pihak istana dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa Ratu Sirikit telah menderita beberapa penyakit saat dirawat di rumah sakit sejak 2019, termasuk infeksi darah bulan ini.

Karena kesetiaan dan pengabdiannya, Ratu Sirikit disebut sebagai "Ibu Bangsa" dan hari ulang tahunnya ditetapkan sebagai Hari Ibu di negara Gajah Putih itu. AFP/Ant/I-1

  • thailand baht
  • sirikit

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.