Pelaku Bisnis Indonesia Respons Positif Kerja Sama RI-Brasil, Kadin: Perdagangan Kedua Negara Dapat  Naik hingga Tiga Kali Lipat

Senin, 27 Okt 2025, 17:20 WIB

JAKARTA – Kerja sama perdagangan bilateral dengan Brasil sangat penting karena Brasil adalah kekuatan ekonomi baru di dunia, dan hubungan ini dapat menumbuhkan potensi investasi dan perdagangan yang lebih luas bagi kedua negara.

Kerja sama ini penting untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat posisi tawar di kancah internasional, terutama mengingat kedua negara memiliki kekuatan ekonomi besar yang berpotensi menciptakan dampak global.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Presiden Brasil Y.M. Luiz Inácio Lula da Silva (kedua kiri) menyaksikan penandatanganan MoU baru sektor ESDM di Istana Merdeka, Jakarta. — Sumber: ANTARA

Indonesia dan Brasil bersama-sama memiliki populasi sekitar 500 juta jiwa, yang mewakili potensi pasar yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kemitraan ini mendukung tujuan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing negara dan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan optimismenya bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Brasil yang saat ini hanya 6 miliar dolar AS bisa naik hingga tiga kali lipat atau 18 miliar dolar AS dalam rentang waktu 10 tahun ke depan.

"Kami optimistis angka itu bisa naik dua hingga tiga kali lipat dalam lima sampai 10 tahun ke depan," kata dia dalam pernyataan di Jakarta, Senin (27/10).

Anindya menyatakan optimisme lonjakan nilai dagang tersebut karena pihaknya melakukan penguatan hubungan kerja sama ekonomi dengan ApexBrasil.

Kerja sama yang sudah dikukuhkan dalam nota kesepahaman (MoU) itu bertujuan untuk meningkatkan promosi, akselerasi investasi, dan perdagangan kedua negara, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, inklusifitas, serta inovasi.

Lebih lanjut, dia juga menilai Brasil dan Indonesia memiliki kesamaan visi sebagai negara berkembang yang berpotensi menjadi kekuatan baru dalam transisi energi dan penanganan perubahan iklim.

Brasil lanjut Anindya pula, telah lama menjadi pelopor energi terbarukan berbasis biofuel, terutama etanol yang dikembangkan sejak 25-30 tahun lalu.

"Jadi intinya bagaimana dunia usaha bisa terus menjamin bahwa kelangsungan dari usaha itu baik sehingga Indonesia bisa mencapai pertumbuhan 5,5 persen dan perlahan naik lagi," katanya.

Disampaikan dia, Indonesia dan Brasil kini menjajaki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan blok Mercosur, kawasan perdagangan Amerika Latin yang mirip dengan ASEAN.

Blok Mecosure meliputi negara-negara yaitu Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, serta Bolivia.

“Kita mencari alternatif perjanjian ekonomi seperti CEPA, tapi dengan Mercosur, semacam ASEAN-nya Amerika Latin, di mana Brasil adalah yang terbesar,” ucapnya lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.