Waspadai Lowongan Kerja Palsu, Berikut Ciri-Cirinya
Minggu, 26 Okt 2025, 23:05 WIBJAKARTA - Maraknya perburuan kerja telah dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan untuk melancarkan praktik perdagangan manusia (human trafficking). Modus penyaluran kerja, baik di dalam maupun luar negeri, kini menjadi jalan bagi pelaku kejahatan untuk menjebak korban.
Calon pekerja diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ciri-ciri lowongan kerja palsu yang berujung pada eksploitasi dan kerja paksa.
Perekrut ilegal, khususnya yang menargetkan pekerja migran, sering menggunakan taktik penipuan yang mudah dikenali. Di antaranya:
1. Iming-iming Gaji Fantastis
Modus penipuan lowongan kerja dimulai dengan iming-iming gaji fantastis yang tidak realistis. Penipu menawarkan upah sangat tinggi untuk posisi yang persyaratannya terlalu mudah atau bahkan tidak memerlukan pengalaman.
2. Permintaan Uang di Awal
Pelaku akan meminta berbagai biaya di awal, seperti untuk administrasi, pelatihan, atau seragam, sebelum korban diterima atau diberangkatkan. Perusahaan atau agen resmi tidak pernah memungut biaya dari calon karyawan.
3. Proses Rekrutmen Buru-buru dan Tidak Profesional
Proses rekrutmen penipuan sering dilakukan instan hanya via chat (WhatsApp/Telegram) tanpa wawancara tatap muka formal. Komunikasi yang digunakan biasanya memiliki tata bahasa yang buruk atau sangat tidak resmi, menandakan kurangnya profesionalisme.
4. Informasi Perusahaan Tidak Jelas
Informasi perusahaan lowongan kerja palsu seringkali tidak memiliki situs resmi dengan domain profesional (masih menggunakan @gmail.com atau @yahoo.com). Selain itu, alamat kantor tidak terverifikasi atau mencatut nama perusahaan terkenal tanpa izin.
5. Permintaan Data Pribadi yang Sensitif
Para pelaku juga langsung meminta data pribadi yang sangat sensitif di tahap awal rekrutmen. Data tersebut meliputi KTP, KK, NPWP, atau nomor rekening tanpa adanya penandatanganan kontrak kerja yang sah.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja melalui instansi resmi, seperti BP2MI dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Waspadalah oleh janji yang tidak realistis, memberikan uang, data pribadi sensitif, tanpa kontrak kerja yang sah. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
39 Dapur Umum di Lombok Tengah Belum Miliki SLHS, Dinkes Imbau Segera Lakukan Pengajuan
-
Jaga Independensi LPS, Pansel Diingatkan Tidak Langgar UU Demi Loloskan Calon Tertentu
-
Berikut Cara Cek Lowongan Kerja Asli Lewat Kanal Resmi Pegadaian
-
Setelah Kuasai Eropa, PSG Kini Incar Kejayaan di Piala Dunia Antarklub
-
Peringati 60 Tahun Hubungan Diplomatik, Dubes Chili Harap RI–Chili Makin Erat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.