Usai Pompong Terbalik, Kepri Perketat Aturan Wisata Laut: Penumpang Wajib Naik dari Titik Resmi

Minggu, 09 Agu 2026, 06:30 WIB

Tanjungpinang - Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meminta agen perjalanan (travel agent), pemandu wisata (tour guide), dan operator pompong atau kapal kayu memprioritaskan keselamatan wisatawan yang menggunakan transportasi laut.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden pompong terbalik yang mengangkut sejumlah penumpang di perairan sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada Selasa (4/8). Peristiwa itu dinilai menjadi evaluasi penting terhadap aspek keselamatan transportasi laut, khususnya bagi wisatawan.

Ket. Foto: Aktivitas pompong atau kapal kayu bersama feri dan Pelni melintasi perairan Tanjungpinang, Kepulauan Riau. — Sumber: Antara

Kepala Dispar Kepri Hasan mengatakan seluruh pihak terkait harus memastikan aktivitas naik dan turun penumpang dilakukan di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita imbau semua pihak terkait tertib dalam menaikkan dan menurunkan wisatawan di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Hasan di Tanjungpinang, Sabtu (8/8).

Ia juga meminta travel agent dan tour guide memastikan wisatawan menggunakan titik keberangkatan yang sesuai serta tidak menaikkan penumpang dari lokasi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.

Menurut Hasan, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan tidak hanya menyangkut keamanan perjalanan, tetapi juga kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata Kepri.

“Travel agent, tour guide, dan penambang pompong harus lebih disiplin dalam mengatur perjalanan wisatawan melalui jalur laut,” ujarnya.

Hasan menjelaskan pemerintah daerah telah menetapkan dua titik keberangkatan resmi bagi wisatawan yang menggunakan pompong sebagai moda transportasi utama di perairan Tanjungpinang.

Kedua lokasi tersebut yakni Pelantar Kuning yang selama ini menjadi salah satu titik keberangkatan pompong menuju Pulau Penyengat, kawasan wisata sejarah di Tanjungpinang, serta Pelantar II Kuala Riau yang menghubungkan Pelantar I dan Pelantar II dan disiapkan untuk aktivitas sandar serta perpindahan operator pompong.

Ia menilai insiden pompong terbalik menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara agen perjalanan, pemandu wisata, operator pompong, dan pihak terkait untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penumpang dipatuhi.

“Ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang sangat penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan dan masyarakat di Tanjungpinang,” tutur Hasan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.