Pengabdian Masyarakat Bagian Sangat Penting Sekolah Garuda

Jumat, 24 Okt 2025, 00:00 WIB

Sekolah Garuda dan sekolah biasa yang berbeda bukan kurikulumnya, melainkan pendekatan pembelajarannya. Lulusan supaya masuk ke perguruan tinggi ternama dunia.

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada peningkatan mutu pendidikan skala nasional. Salah satunya melalui penguatan Sekolah Garuda sebagai model pembelajaran berkarakter dan berprestasi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan bahwa Sekolah Garuda menjadi contoh nyata kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan, diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Ket. Foto: Wamendiktisaintek Prof Stella Christie, A.B., Ph.D. — Sumber: ANTARA/FERLIAN SEPTA WAHYUSA

Untuk menggali lebih dalam pandangan dan langkah strategis Stella Christie dalam memperkuat sistem pendidikan nasional, khususnya melalui program Sekolah Garuda, jurnalis Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh berkesempatan mewawancarainya dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.

Program Sekolah Garuda banyak disorot. Pemerintah sebenarnya mau apa menjadikan sekolah-sekolah yang sudah bagus bagian dari Sekolah Garuda transformasi?

Pemerintah tidak mengotak-atik sekolah-sekolah yang sudah bagus. Kami hanya melakukan pembinaan agar lulusannya siap bersaing dan bisa berkuliah di perguruan tinggi top dunia.

Jadi, tidak mengubah sistem yang sudah berjalan di sekolah-sekolah tersebut?

Betul. Pembinaan ini sama sekali tidak mengubah kurikulum, guru, atau status sekolahnya. Semuanya tetap sama. Kami hanya memberikan pembinaan tambahan.

Apakah status kepemilikan sekolahnya, terutama yang swasta, juga tidak berubah menjadi negeri?

Tidak! Sama sekali tidak diubah. SMA-SMA yang sudah bagus, kalau sudah bagus, jangan diotak-atik.

Bagaimana dengan tenaga pengajarnya. Apakah ada pergantian guru atau pegawai?

Tidak ada pergantian. Guru dan pegawai yang sudah ada dan bekerja dengan baik, akan tetap di situ. Kami hanya membantu pada bagian yang masih kurang dalam mempersiapkan siswa menembus kampus dunia.

Apa sebenarnya tujuan utama didirikannya Sekolah Garuda?

Sekolah Garuda dirancang untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di kancah global dan masuk ke perguruan tinggi ternama dunia. Ini bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan SDM berkualitas serta memutus rantai kemiskinan.

Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai konsepnya?

Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Ini sekolah berasrama dengan fasilitas modern yang bertujuan mempercepat pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan memutus rantai kemiskinan, menuju Indonesia Emas 2045.

Ada perbedaan dari segi kurikulumnya dibandingkan sekolah biasa??

Yang membedakan bukan kurikulumnya, melainkan pendekatan pembelajarannya. Di Sekolah Garuda, pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian yang sangat penting. Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi.

Bentuk keterkaitannya dengan Sekolah Rakyat?

Sekolah Garuda berkomitmen memberikan akses kepada mereka yang paling berprestasi dari kalangan mana pun, termasuk dari keluarga miskin. Jadi, siswa dari Sekolah Rakyat yang berprestasi sangat mungkin melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Garuda.

Sekolah-sekolah yang sudah masuk dalam daftar Sekolah Garuda?

Ada 12 lokasi yang sudah diperkenalkan, di antaranya SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAS Unggul Del Toba, MAN IC Ogan Komering Ilir, SMANU MH Thamrin Jakarta, dan SMA Cahaya Rancamaya Bogor. Kemudian, SMA Pradita Dirgantara Boyolali.

Selain itu, juga ada SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Banua Kalsel Banjarbaru, SMAN Siwalima Ambon, SMAN 10 Samarinda, MAN IC Gorontalo, serta SMA Averos Sorong. Selanjutnya, untuk tahun ini, kami menyiapkan empat Sekolah Garuda baru di Provinsi NTT, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara. Semuanya ditargetkan rampung dan beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

20251023214254_WWC--Stella-Christie003.jpg

ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A

Bagaimana perkembangan siswa di Sekolah Garuda?

Siswa kelas 12 di sekolah-sekolah tersebut tahun ini sudah ada beberapa yang terpilih untuk mendapatkan beasiswa. Siswa kelas 11 dan 12 lainnya sedang mengikuti program pengayaan untuk memperkuat kemampuan akademik dan kepemimpinan.

Apakah ada pembangunan sekolah baru di luar daftar tadi?

Ya, saat ini Sekolah Garuda baru sedang dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe, dan Bulungan. Targetnya bisa beroperasi 2026 mendatang.

Lalu bagaimana dengan skema pembiayaannya?

Kami menerapkan dua skema. Sebanyak 80 persen siswa akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Sedangkan 20 persen sisanya berbayar. Tujuannya agar mereka yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga mampu bisa belajar di Sekolah Garuda tanpa membebani negara.

Apa target pemerintah untuk program ini ke depan?

Pemerintah menargetkan 100 Sekolah Garuda beroperasi pada tahun 2029. Ini terdiri atas 80 Sekolah Garuda transformasi dan 20 Sekolah Garuda baru. Semua ini demi mencetak generasi unggul dan memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Jadi, anak miskin bisa tertampung?

Benar. Sekolah Garuda justru tetap menampung siswa dari kalangan miskin, asalkan anak itu berprestasi. Sekolah ini melengkapi Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi mereka dari desa miskin maupun miskin ekstrem.

Harapan terhadap keberadaan Sekolah Garuda?

Kami berharap Sekolah Garuda menjadi simbol pendidikan yang inklusif dan berprestasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa.

Berdasarkan informasi, Kemdiktisaintek baru saja menggandeng 30 kampus dan industri asal Tiongkok, tujuannya?

Tujuan utamanya adalah mempercepat hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia. Dalam proses hilirisasi, kita membutuhkan banyak tenaga ahli di berbagai bidang. Saat ini kita masih kekurangan tenaga seperti itu di dalam negeri.

Jadi, kerja sama fokus pada peningkatan kualitas tenaga ahli Indonesia?

Betul sekali. Kita ingin tenaga ahli di perusahaan besar, termasuk perusahaan asing seperti dari Tiongkok, adalah orang-orang kita sendiri. Karena itu, pembinaan harus dimulai dari dunia pendidikan, sejak dari universitas dan politeknik.

Anda juga sempat menyinggung pentingnya inovasi sektor industri, maksudnya?

Sebuah industri tidak akan berhasil kalau tidak mampu berinovasi. Kalau industrinya tidak ikut berinovasi, maka secara ekonomi dan bisnis, lambat laun akan mati. Jadi, inovasi itu bukan tambahan, tapi kebutuhan utama.

Apa peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi tersebut?

Di negara maju, banyak inovasi justru lahir dari kampus. Bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan yang berasal dari industri. Karena itu, kami ingin mendorong agar kampus dan industri bisa berkolaborasi lebih erat, termasuk dalam riset dan penerapan hasil penelitian.

Bentuk kolaborasi yang dimaksud?

Kami ingin menciptakan dua bentuk matching. Pertama, matching antara tenaga kerja, supaya lulusan kampus bisa langsung terserap di industri. Kedua, matching dalam bidang inovasi, agar hasil riset dari peneliti bisa dihilirisasikan dan dikembangkan ke tahap industri.

Mengapa Kemdiktisaintek memilih Tiongkok?

Karena banyak mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok. Mereka melihat pendidikan di sana berkualitas, jaraknya dekat, dan biayanya juga relatif terjangkau dibandingkan dengan Eropa atau Amerika.

Apakah kerja sama ini juga membuka peluang lulusan Indonesia untuk bekerja di sana?

Sangat terbuka. Justru kesempatan untuk berkarya itu tidak hanya di Tiongkok, tapi di Indonesia sendiri. Sebab, banyak perusahaan asal negeri tirai bambu tersebutyang berinvestasi di sini. Jadi, kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia siap bersaing dan bisa menjadi bagian penting dalam industri tersebut.

Harapan ke depan dari kolaborasi kampus dan industri?

Harapan kami sederhana, tapi strategis: memperkuat fondasi hilirisasi, menciptakan tenaga ahli lokal berkualitas, dan menjadikan hasil riset kampus sebagai motor inovasi industri nasional. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tapi juga pusat inovasi dan produksi.

Penguatan fondasi pendidikan sejak dini sangat penting. Maksudnya?

Peningkatan mutu pendidikan sejak jenjang awal adalah fondasi penting agar peserta didik dapat berkembang secara berkelanjutan hingga ke pendidikan tinggi. Kita harus memastikan anak-anak memiliki dasar berpikir kritis dan rasa ingin tahu yang kuat sejak dini agar siap menghadapi tantangan global.

Bagaimana kaitan antara pendidikan tinggi dan pertumbuhan ekonomi nasional?

Pendidikan tinggi, sains, dan teknologi merupakan fondasi krusial bagi pertumbuhan ekonomi. Data global menunjukkan universitas berorientasi riset mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing bangsa sekaligus mendorong lahirnya industri baru dan penciptaan lapangan kerja.

Jadi, pendidikan bisa dikatakan sebagai penggerak utama ekonomi nasional?

Betul sekali. Pendidikan harus menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pengalaman di berbagai negara membuktikan bahwa universitas berbasis riset memiliki peran vital dalam menciptakan inovasi serta sumber daya manusia unggul yang langsung berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi.

Apa langkah transformasi yang perlu dilakukan Indonesia agar bisa setara dengan negara-negara maju?

Indonesia perlu bertransformasi dari teaching university menuju research university. Perguruan tinggi kita harus lebih serius berinvestasi dalam riset agar bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah dan naik ke level negara maju.

Dampak konkret universitas riset terhadap perekonomian?

Contoh yang paling nyata bisa dilihat dari Stanford University. Dia mampu menghasilkan 2,7 triliun dollar AS per tahun dari inovasi dan perusahaan yang lahir dari ekosistem akademiknya. Hal serupa juga terjadi di MIT, University of Kansas, dan Tsinghua University di Beijing. Ini menunjukkan bahwa universitas dapat menjadi motor ekonomi jika risetnya kuat.

Di Indonesia, faktor apa yang harus menjadi perhatian utama untuk mewujudkannya?

Kualitas dosen dan tenaga pengajar harus menjadi prioritas. Mereka adalah penggerak utama riset dan pembelajaran berbasis inovasi. Universitas tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga mencetak lulusan dengan research mindset yang mampu menjadi inovator di berbagai sektor industri.

Apakah lulusan dengan orientasi riset hanya dibutuhkan di sektor akademik?

Tidak. Meskipun mereka tidak selalu berkecimpung langsung di dunia penelitian, lulusan dengan research mindset akan membawa semangat inovatif ke tempat kerja mereka, baik di industri, pemerintahan, maupun wirausaha. Itulah yang akan membentuk ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan di Indonesia.

20251023214302_Capture.JPG

  • Sekolah Garuda

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.