Indonesia Dorong Reformasi Arsitektur Ekonomi Global untuk Negara Berkembang
Jumat, 24 Okt 2025, 01:00 WIBJakarta â Indonesia menyerukan perlunya reformasi arsitektur ekonomi global agar lebih adil dan inklusif bagi negara-negara berkembang. Seruan tersebut disampaikan dalam Konferensi PBB ke-16 tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) di Jenewa, yang menyoroti ketimpangan sistem keuangan internasional dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan.
Delegasi Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir menegaskan, bahwa tata kelola ekonomi global harus dibuat lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan dan kebutuhan negara-negara berkembang.
âTransformasi ekonomi global harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan rakyat. Tujuannya bukan semata untuk mengejar keuntungan, tetapi untuk mengangkat harkat kehidupan masyarakat,â kata Wamenlu yang akrab disapa Tata itu, menurut keterangan tertulis Kemlu RI diterima di Jakarta, Kamis (23/10).
Seperti dikutip dari Antara, menurut Tata, di tengah krisis multidimensi yang dihadapi dunia saat ini, transformasi ekonomi global bukan lagi merupakan pilihan, tapi merupakan keharusan âyang bersifat eksistensial demi keberlanjutan umat manusiaâ.
Ia kemudian mencontohkan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki semangat transformasi ekonomi nasional dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai jantung agenda pembangunan nasional.
âSeperti melali program Makan Bergizi Gratis, Indonesia menghadirkan transformasi pembangunan melalui nutrisi, memperkuat kesehatan, pendidikan, dan kesetaraan, sekaligus memberdayakan ekonomi pedesaan,â ucap Tata.
Kebijakan digitalisasi dan hilirisasi industri juga merupakan bentuk transformasi ekonomi yang dijalankan Indonesia dan diyakini mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta mendukung transisi energi dan ketahanan nasional, kata Wamenlu RI.
Pemerintah menilai reformasi ekonomi global menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi, sekaligus memastikan negara berkembang tidak tertinggal dalam transformasi digital dan transisi energi.Â
- Krisis Multidimensi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.