Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, B50 Harus Ramah di Kantong: ESDM Siapkan Formulanya!

Jumat, 24 Okt 2025, 23:00 WIB

JAKARTA – Program 50 persen campuran solar dan biodiesel (B50) menjadi terobosan penting menuju kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon.

Sayangnya, biaya produksi B50 masih menjadi tantangan utama yang berpotensi membebani kedua pihak, baik industri maupun konsumen.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melakukan uji coba penggunaan bahan bakar biodiesel 50% (B50). — Sumber: Istimewa.

Dengan harga bahan baku seperti minyak sawit yang fluktuatif, efisiensi dalam rantai pasok dan inovasi teknologi menjadi kunci.

Karenanya, pemerintah dan pelaku industri perlu mencari formulasi yang seimbang antara aspek ekonomi dan lingkungan, misalnya melalui peningkatan produktivitas bahan baku, insentif fiskal, atau efisiensi proses konversi biodiesel.

Terkait hal tesebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tengah mencari formulasi supaya penerapan 50 persen campuran solar dan biodiesel (B50) pada 2026 tidak terlalu mahal.

‎Bahlil saat acara pemberian Penghargaan Subroto 2025, di Jakarta, Jumat (24/10), menyatakan formulasi tersebut dirumuskan pihaknya bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) agar penerapan B50 nanti tidak memberikan biaya (cost) yang lebih besar.

‎"Kalau B50 itu akan meningkatkan cost. Sekarang aja dari B35 menuju B40 ada terjadi perbedaan. Tapi tidak apa-apa, saya dengan BPDPKS lagi mencari formulasi. Boleh B50 tapi harganya tidak boleh naik terlalu banyak, sekarang kita lagi cari celahnya untuk bisa kita clear-kan," ujar dia.

‎"Saya tahu ini tantangannya besar, terutama bagi kontraktor, pengusaha tambang," kata Bahlil lagi.

‎Adapun pihaknya mencatat pemanfaatan biodiesel untuk domestik sampai dengan September 2025 sebesar 10,57 juta kiloliter (KL) dari target produksi 15,6 juta KL.

‎Saat ini implementasi B40 di tahun 2025 menghemat devisa sebesar Rp93,43 triliun, yang juga meningkatkan nilai tambah CPO sebesar Rp14,72 triliun, menyerap tenaga kerja sebanyak 1,33 juta orang, serta penurunan emisi karbon hingga 28 juta ton.

‎Sebelumnya, Bahlil mengatakan akan memberi insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di Indonesia guna mendukung rencana mandatori bioetanol 10 persen (E10) pada 2027.

‎“Pasti ada insentif. Bisa ada tax holiday, kemudian pasarnya ada,” kata Bahlil ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.

‎Bahlil mengungkapkan terdapat kemungkinan masuknya investor dari Brasil terkait pembangunan pabrik etanol.

‎Akan tetapi, masuknya investor dari Brasil masih berada di tahap diskusi setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dengan Brasil.

‎Dirinya juga memutuskan rencana untuk berhenti mengimpor solar pada semester II 2026, setelah pemerintah mengeluarkan keputusan untuk mengimplementasikan B50.

  • B50

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.