RI-Brasil Kompak! Kerja Sama Migas dan Energi Hijau Kian Menguat

Kamis, 23 Okt 2025, 20:40 WIB

JAKARTA – Memperkuat kerja sama bilateral sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis bagi kedua negara.

Keduanya sama-sama memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi energi terbarukan yang besar. Kolaborasi ini dapat membuka peluang transfer teknologi, investasi hijau, dan pengembangan riset bersama di bidang bioenergi, pertambangan berkelanjutan, serta transisi energi bersih.

Ket. Foto: Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia (kanan) dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Y.M. Alexandre Silveira (kiri) meneken MoU baru sektor ESDM disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Presiden Brasil Y.M. Luiz Inácio Lula da Silva (kedua kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). — Sumber: ANTARA/HO-BPMI Setpres

Bagi Indonesia, kemitraan dengan Brasil menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memperluas jejaring diplomasi ekonomi di kawasan Amerika Latin.

Indonesia dan Brasil memperkuat kerja sama bilateral di sektor minyak dan gas bumi (migas), energi terbarukan, modernisasi jaringan, sumber daya mineral, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

"Penandatanganan MoU hari ini menandai babak baru yang sangat strategis bagi kerja sama Indonesia dan Brasil, kita adalah dua negara besar yang kaya akan sumber daya alam. Ini adalah komitmen untuk mendorong hasil konkret yang saling menguntungkan di sektor energi dan pertambangan,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (23/10).

MoU ESDM ditandatangani secara resmi oleh Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertambangan dan Energi Brasil Y M Alexandre Silveira yang disaksikan langsung oleh kedua kepala negara.

Kesepakatan baru itu mencakup kerja sama yang komprehensif, mulai dari kegiatan hulu dan hilir migas, energi baru dan terbarukan (termasuk bioenergi, surya, dan angin), efisiensi energi, modernisasi jaringan, sumber daya mineral, hingga pengembangan kapasitas SDM.

Di antara berbagai bidang tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi menjadi salah satu yang disorot, mengingat keberhasilan Brasil sebagai produsen etanol terbesar kedua di dunia.

Pengalaman Brasil, yang sebagian besar pasokan listriknya berasal dari energi rendah karbon, dinilai sangat relevan bagi Indonesia.

"Brasil adalah salah satu yang terdepan di dunia dalam hal bioenergi, khususnya etanol, melalui MoU ini, kita akan serius mendorong alih teknologi dan transfer pengalaman mereka untuk mendukung percepatan program bioenergi nasional," kata Bahlil.

Kolaborasi itu juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Brasil pada Juli 2025 lalu.

Selain energi, sektor pertambangan juga menjadi area penting. Kedua negara akan berkolaborasi dalam tata kelola dan pengembangan sumber daya mineral, di mana Brasil diketahui memiliki cadangan besar bauksit, bijih besi, litium, serta menguasai cadangan niobium dunia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.