- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Takaichi Siap Naikkan B...
PM Takaichi Siap Naikkan Belanja Militer Serta Stimulus Ekonomi Jepang
Kamis, 23 Okt 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Sanae Takaichi mengukir sejarah dengan menjadi Perdana Menteri (PM) wanita pertama Jepang. Takaichi, yang merupakan ketua baru partai berhaluan konservatif, Partai Demokrat Liberal (LDP) berhasil memperoleh 237 suara di majelis rendah dan 125 suara di majelis tinggi dari parlemen dua Jepang, sehingga menjadi perdana menteri ke-104 Jepang pada era pascaperang.
Takaichi dikenal memiliki pandangan keras (hawkish) terhadap Tiongkok, Korea Utara dan Selatan, serta terkait sejarah perang Jepang.
Segera setelah kemenangan Takaichi dipastikan, pejabat senior LDP menyatakan bahwa bahwa dia akan menekan inflasi dan memperkuat ekonomi sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Seperti dirangkum Antara di Jakarta, Rabu (22/10), Takaichi akan memusatkan perhatian awal pemerintahannya pada ekonomi nasional serta penguatan pertahanan Jepang, yang selama ini dibatasi oleh konstitusi pasifis negara tersebut.
Takaichi berencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Jepang dengan menaikkan anggaran militer dari 1 persen menjadi 2 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Ia juga ingin mengamandemen Pasal 9 Konstitusi, yang melarang Jepang memiliki kekuatan tempur, guna memperkuat kemampuan pertahanan.
Menkeu Perempuan Pertama
Pemimpin baru berusia 64 tahun itu telah menginstruksikan para menteri dan pejabat dalam rapat kabinet pertamanya untuk menyusun sejumlah paket stimulus.
Takaichi berjanji akan segera menghapus tarif sementara pajak bensin dan menaikkan ambang batas penghasilan tidak kena pajak dari 1,03 juta yen sekitar 112,62 juta rupiah), dengan mempertimbangkan masukan dari partai oposisi.
Segera setelah terpilih, Sanae Takaichi juga membentuk jabatan khusus untuk urusan warga negara asing di kabinetnya pada Selasa (21/10).
Anggota parlemen konservatif Kimi Onoda ditunjuk untuk posisi baru tersebut guna mendorong masyarakat yang hidup berdampingan secara tertib dengan warga negara asing.
Pembentukan pos tersebut dilatarbelakangi oleh LDP dan mitra barunya, Partai Inovasi Jepang (JIP), yang pada 20 Oktober menandatangani perjanjian koalisi untuk memperkuat pengawasan terhadap kebijakan warga asing dan membentuk jabatan menteri guna mengawasi pelaksanaannya.
Tak hanya itu, Takaichi juga menunjuk dua perempuan ke dalam kabinetnya, termasuk Satsuki Katayama sebagai menteri keuangan perempuan pertama Jepang.
Saat berbicara dalam konferensi pers pertamanya setelah terpilih, Takaichi berjanji untuk mengembalikan kejayaan diplomasi Jepang dan mempererat hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Di sisi ekonomi, Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia saat ini menghadapi tarif impor sebesar 15 persen dari AS di tengah perlambatan ekonomi domestik.
- PM Jepang Sanae Takaichi
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkab Blora Gandeng Petani, Melon Hidroponik Diikutkan di Menu Program MBG
-
PM Takaichi: Jepang Selalu Terbuka Berdialog dengan Tiongkok
-
Kasatkina Akhiri Musim Lebih Cepat Setelah Capai Titik Jenuh
-
Arab Saudi Gelar Latihan Perdana Jelang Duel Panas Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Bupati Serang Tugaskan Sekda Baru Atasi Aampah hingga Penataan ASN
-
Perdana Menteri Jepang Takaichi Dihadiahi 'Die Cast' Toyota Supra Tahun 1991 Miliknya dengan Plat Nomor yang Sama
-
‘Homosapiens Park’ di Magelang jadi Destinasi Wisata Alam Edukasi Alternatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.