NATO Yakin Putin Bisa Diajak Damai, Sebut Trump Satu-satunya yang Mampu Tekan Rusia

Kamis, 23 Okt 2025, 18:45 WIB

JAKARTA – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bisa diajak berunding untuk menghentikan perang di Ukraina. Menurutnya, kunci untuk mendorong Putin ke meja perundingan adalah dengan memberikan tekanan internasional yang berkelanjutan dan konsisten.

Rutte menegaskan bahwa tekanan politik dan ekonomi dari berbagai negara harus terus dijaga agar Rusia mau menyepakati gencatan senjata. Ia menyebut upaya diplomasi tersebut masih memungkinkan selama dunia barat menunjukkan kesatuan sikap terhadap Moskow.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

“Saya sepenuhnya yakin bahwa dengan tekanan berkelanjutan, kita akan mampu mengajak Putin ke meja perundingan untuk menyetujui gencatan senjata, dan kemudian pembicaraan lain setelahnya,” ujar Rutte kepada wartawan usai konferensi pers bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

Rutte menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dirinya dan Trump membahas secara mendalam langkah-langkah konkret untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Mereka juga membicarakan peran strategis NATO dalam menjaga stabilitas kawasan Eropa Timur dan upaya meyakinkan Putin agar menerima kesepakatan damai.

Menurut Rutte, Trump memiliki posisi yang sangat kuat dalam konteks diplomasi global dan dapat memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan Putin. Ia bahkan menyebut Trump sebagai figur yang berpotensi besar untuk membuka jalan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

“Trump, dengan posisi dan visinya yang kuat dalam hal ini, adalah satu-satunya orang yang bisa duduk bersama Putin dan membuatnya mengubah perhitungannya serta memberinya sedikit keleluasaan untuk melakukan hal itu,” tegas Rutte.

Ia menambahkan, kerja sama antara NATO dan Amerika Serikat menjadi faktor kunci dalam upaya mewujudkan keamanan jangka panjang bagi Ukraina. Rutte juga menyoroti pentingnya keterlibatan negara-negara sekutu seperti Kanada, Jepang, Australia, dan sejumlah negara Eropa dalam memperkuat komitmen terhadap jaminan keamanan global.

“AS kini menunjukkan peran yang lebih aktif dalam jaminan keamanan untuk Ukraina, dan kami bekerja sama erat dalam kerangka komitmen tersebut,” ujar Rutte.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan rasa frustrasinya atas lambatnya proses negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ia menilai, meskipun telah dilakukan berbagai upaya diplomasi, Rusia belum menunjukkan tanda-tanda keseriusan untuk mencari solusi damai.

Pernyataan Trump dan Rutte itu muncul tidak lama setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap dua raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tekanan tambahan kepada Moskow karena dianggap belum menunjukkan komitmen nyata terhadap proses perdamaian.

Washington menilai, sanksi ekonomi ini diharapkan dapat memaksa Rusia meninjau ulang sikapnya dan membuka kembali peluang negosiasi damai dengan Ukraina. Pemerintah AS menegaskan, mereka tetap mendukung penuh upaya diplomatik yang dapat menghentikan perang dan mencegah eskalasi konflik di kawasan Eropa Timur.

Dengan meningkatnya tekanan internasional dan langkah-langkah ekonomi baru terhadap Rusia, NATO berharap jalan menuju gencatan senjata semakin terbuka. Rutte menegaskan, dunia tidak boleh menyerah untuk terus mencari solusi damai, karena stabilitas global bergantung pada berakhirnya konflik yang sudah menelan banyak korban itu.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.