Capaian Prestasi Pencak Silat di AYG Banggakan Identitas Bangsa

Rabu, 22 Okt 2025, 23:02 WIB

JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyebutkan prestasi perak pesilat Indonesia dalam ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025 merupakan kemenangan bagi identitas bangsa Indonesia.

"Medali emas dan perak yang diraih (pesilat Indonesia) bukan hanya kemenangan atlet tetapi juga kemenangan identitas bangsa," kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari dalam sambutan yang dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia Harry Warganegara saat menyambut tim pencak silat dan tim kurash di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (22/10).

Ket. Foto: Wakil Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warganegara (kedua kiri) memberikan keterangan kepada awak media saat menyambut tim pencak silat dan tim kurash di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (22/10). — Sumber: ANTARA/Aloysius Lewokeda

Tim pencak silat Indonesia mempersembahkan dua medali dalam ajang AYG Bahrain 2025 yaitu medali emas yang direbut Winata Fugon Habbil pada nomor 51-55 kilogram (kg) putra dan medali perak yang diraih Qiken Dwi Tata Olifia pada nomor 51-55 kg putri.

Oktohari menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi para atlet, pelatih, dan pengurus federasi, serta dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pencapaian prestasi khusus untuk cabang pencak silat dalam ajang itu, kata dia, bukan hanya tentang medali namun juga sejarah karena untuk pertama kalinya pencak silat resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga medali di Asian Youth Games.

Dia menjelaskan, melalui kerja keras atlet dan diplomasi yang panjang antara Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat) dan Komite Olimpiade Indonesia berhasil menunjukkan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia layak berdiri sejajar dengan cabang-cabang olahraga dunia lain.

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan bukti konkret dari kekuatan kolaborasi dan diplomasi olahraga Indonesia.

"Dunia kini menyaksikan bahwa pencak silat sebagai olahraga asli Indonesia telah diterima dan diakui di pentas dunia," katanya.

Dalam kesempatan itu, Oktohari juga mengapresiasi Tim Kurash Indonesia yang telah berjuang dengan semangat pantang menyerah dan membawa pulang pengalaman berharga dari Bahrain.

Pihaknya percaya bahwa pengalaman dalam ajang itu menjadi bekal penting bagi para atlet untuk menatap masa depan yang lebih besar menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

"Prestsi ke depan masih menanti. Selamat berjuang dan berlatih untuk kita semua," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

Korea Selatan Jadi Pelopor, Legalkan Hak Cipta untuk Karya Musik AI

Alonso Sambut Haru Kembalinya Mudryk, Chelsea Takluk 0-1 dari Juventus di Hong Kong

Apresiasi Nasabah Setia, BRI RO 7 Jakarta 2 Serahkan Hadiah Umrah Program BRImo 2026

Review 'One Night Only': Romansa Komedi Seks Tanpa Adegan Seks, Menawan Tapi Gagal Satukan Cinta dan Distopia

Heboh Rumor The Batman Part II & Part III Syuting Back-to-Back, Ini Fakta di Balik Rumornya

Rybakina, Pegula, dan Gauff Melaju ke Babak Ketiga WTA Toronto

Kejar Rafale F5 Berkemampuan Rudal Hipersonik Nuklir dan Drone Tempur Masa Depan, Prancis akan Hadapi Kekurangan Jet Tempur hingga 2033

Pertandingan Pramusim: Arteta Puas Meski Arsenal Dipermalukan Betis

Russia Sebut Pasukan Polandia Ikut Bertempur di Garis Depan Ukraina, Dugaan Keterlibatan NATO Menguat

Ukraina Sebut Ada 16.000 Relawan Asing dari 72 Negara di Garis Depan Perang, Amerika Latin Terbesar

Pertandingan Pramusim: Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Derby Milan di Perth Berakhir Imbang

Infantino Dapat Dukungan Penuh FIFA, Minta Maaf atas Kontroversi Rencana Privatisasi Piala Dunia

Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan?

Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya

Bursa Pilgub Jatim, Pakar Politik Unair Ungkap Lia Istifhama Punya Kelebihan Gaet Gen Z

Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.