BI Ingatkan: Ekonomi RI Masih di Jalur Aman, Tapi Belum Ngebut!

Rabu, 22 Okt 2025, 17:05 WIB

JAKARTA – Ekonomi Indonesia belum kehabisan tenaga, tetapi hanya belum diberi ruang penuh untuk berlari. Kinerja perekonomian Indonesia sejatinya menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global.

Namun, kalau dilihat lebih dalam, performa ini masih belum sepenuhnya mencerminkan kapasitas sebenarnya. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, populasi produktif yang besar, dan pasar domestik yang kuat, pertumbuhan ekonomi seharusnya bisa melaju lebih tinggi dari level saat ini.

Ket. Foto: Ilustrasi - Foto udara lanskap gedung perkantoran dan apartemen (rumah susun vertikal) di Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Widodo S. Jusuf

Masalahnya, ada banyak faktor struktural yang menahan laju. Produktivitas tenaga kerja belum optimal, efisiensi birokrasi masih jadi tantangan, dan daya saing industri masih kalah dibanding negara tetangga.

Di sisi lain, investasi yang masuk sering kali tersendat di tahap perizinan atau kesiapan infrastruktur. Akibatnya, potensi ekonomi besar itu seperti mesin yang belum dinyalakan penuh—bergerak, tapi belum dalam kecepatan tertingginya.

Pemerintah memang terus berupaya memperkuat fondasi melalui reformasi struktural, hilirisasi industri, dan transformasi digital. Tapi kuncinya bukan hanya pada kebijakan, melainkan pada konsistensi pelaksanaannya.

Tanpa dorongan nyata untuk memperbaiki kualitas SDM, mempercepat investasi, dan memperkuat koordinasi fiskal–moneter, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh “cukup baik”, tapi belum “seoptimal mungkin”.

Bank Indonesia (BI) memandang bahwa sejauh ini kondisi ekonomi domestik tetap baik namun harus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Oktober 2025 secara daring di Jakarta, Rabu (21/10).

Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 ditopang oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap pengenaan tarif resiprokal AS, terutama terjadi pada komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja, katanya, menjelaskan.

Sementara itu, Perry mengatakan permintaan domestik masih perlu terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan investasi.

Belanja Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025.

Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja produksi LU pertanian, LU industri pengolahan, dan LU perdagangan yang tetap baik.

Secara spasial, ia mengatakan pertumbuhan wilayah Jawa dan Sumatera diprakirakan lebih baik dari prakiraan didorong oleh LU industri pengolahan dan LU pertanian.

Pada keseluruhan semester II-2025, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi membaik. Hal itu sejalan dengan implementasi proyek prioritas Pemerintah terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025 termasuk bantuan sosial yang akan disalurkan pada triwulan IV-2025.

Bank Indonesia juga akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6-5,4 persen dan meningkat pada 2026,” kata Perry.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.