Startup Tak Lagi Jalan Sendiri, Kemenekraf Turun Tangan Bantu Tumbuh

Selasa, 21 Okt 2025, 20:53 WIB

JAKARTA – Mendukung pengembangan perusahaan rintisan (startup) bukan hanya soal mencetak unicorn baru, tapi juga membangun fondasi ekonomi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Startup sering menjadi motor inovasi — mereka menciptakan solusi dari masalah sehari-hari, membuka lapangan kerja baru, dan mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

Ket. Foto: Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Azhar Iskandar Zainal menyampaikan paparan dalam acara Semesta AI Pitch Day 2025 di Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Fitra Ashari

Membantu startup tumbuh itu seperti memberi pupuk pada bibit yang potensial. Dengan dukungan akses pembiayaan, regulasi yang ramah inovasi, serta ekosistem kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan akademisi, perusahaan rintisan bisa berkembang lebih cepat dan berkontribusi nyata pada ekonomi nasional.

Keberhasilan membina startup juga mencerminkan kemampuan negara dalam mengonversi ide menjadi nilai ekonomi, yang pada akhirnya memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjalankan program seperti Badan Ekraf for Startup (BEKUP) dan Badan Ekraf Scale-Up Champion (BSC) untuk membantu pengembangan perusahaan-perusahaan rintisan.

Program yang meliputi lokakarya dan pelatihan teknologi, bimbingan dalam penguatan model bisnis, serta fasilitasi untuk mengakses pendanaan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan rintisan menghadapi tantangan dalam membangun dan mengembangkan usaha.

"Talenta-talenta startup kita menghadapi tantangan secara marketing, regulasi, dan apa yang paling diperhatikan hari ini, fungsi pendanaan," kata Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Azhar Iskandar Zainal dalam acara Semesta AI Pitch Day 2025 di Jakarta, Selasa (21/10).​​​​​​​

Selain itu, Azhar mengatakan, para investor sekarang lebih selektif dalam menanamkan modal pada perusahaan rintisan dan menuntut model bisnis yang terukur.

Dia mengemukakan bahwa tanpa fondasi bisnis yang kuat, pemerintahan yang baik, dan produk yang cocok dengan pasar, perusahaan rintisan yang terkenal pun bisa gagal.

"Ini adalah bidang yang kita hadapi, potensi besar yang dihadapi oleh tantangan pendanaan yang tinggi, isu bisnis fundamental, dan rekomendasi pasar," katanya.

Guna membantu perusahaan rintisan, Kementerian Ekonomi Kreatif menjalankan Program BEKUP dan BSC.

Program BEKUP mencakup BEKUP Create yang ditujukan untuk mengembangkan bakat kreatif menjadi talenta unggul dan BEKUP Accelerate yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendiri perusahaan rintisan. ​​​​​​​

Sedangkan BSC dijalankan untuk membantu perusahaan rintisan melangkah ke tataran global dengan memperkuat fondasi, meningkatkan inovasi, membangun koneksi global, dan membuka pasar yang lebih luas.

Menurut ​​​​​​​Azhar, BSC juga menjembatani perusahaan rintisan untuk menjalin hubungan dengan fasilitator yang memiliki reputasi baik.

"Kementerian Ekonomi Kreatif mengambil langkah untuk membangun sistem startup yang kuat. Namun, kami sadar bahwa kekuatan kita akan bertambah berkali lipat dengan bersinergi dan ini era mendatang adalah kolaborasi," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.