Perundingan Russia–Ukraina di Istanbul Jadi Landasan Pertemuan Lanjutan

Selasa, 21 Okt 2025, 02:15 WIB

ANKARA - Hasil perundingan antara delegasi Russia dan Ukraina pada Senin (20/10), di Istanbul menjadi dasar bagi pertemuan tingkat tinggi di masa mendatang, menurut seorang sumber diplomatik Turki.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa tiga putaran perundingan telah digelar di Istanbul, dan hasil pembahasan telah disampaikan kepada para pemimpin masing-masing negara untuk memperjelas posisi kedua pihak.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan (tengah) memimpin delegasi Turki, membuka putaran ketiga perundingan antara Rusia (kanan) dan Ukraina (kiri) di Istana Ciragan di Istanbul beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/Ozan KOSE

“Temuan ini dipastikan akan menjadi dasar bagi perundingan di tingkat pemimpin. Tugas utama saat ini adalah memastikan proses negosiasi berlanjut tanpa gangguan dan menghasilkan hasil konkret,” demikian pernyataan sumber itu.

Seperti dikutip dari Antara, tiga putaran pembicaraan langsung sebelumnya menghasilkan pertukaran tahanan dan penyerahan jenazah prajurit Ukraina oleh Russia kepada Kiev. Kedua pihak juga saling bertukar rancangan memorandum mengenai resolusi konflik.

Turki berharap proses negosiasi dapat dilanjutkan di Istanbul, namun hingga kini belum menerima sinyal baru dari pihak mana pun, kata sumber diplomatik Turki tersebut pada Selasa (14/10).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov mengatakan Moskow siap membahas aspek politik penyelesaian konflik dan bekerja dalam format apa pun.

Namun, Moskow belum menerima tanggapan dari Kiev atas usulan pembentukan tiga kelompok kerja untuk membahas isu-isu kemanusiaan, militer, dan politik secara lebih spesifik, yang diajukan oleh pihak Russia dalam putaran ketiga perundingan dengan Ukraina di Istanbul pada Juli.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga dilaporkan menolak undangan Presiden Russia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Moskow guna melanjutkan pembicaraan.

Turki, sebagai tuan rumah perundingan, kembali menegaskan perannya sebagai mediator netral dan berjanji terus memfasilitasi komunikasi antara kedua belah pihak. Komunitas internasional menyambut positif langkah ini, seraya berharap pertemuan lanjutan dapat menghasilkan terobosan konkret menuju perdamaian yang berkelanjutan di Eropa Timur.

Garis Depan

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan kembali usulannya agar Russia dan Ukraina menghentikan pertempuran di garis depan saat ini dan menegosiasikan persyaratan lain yang memungkinkan di kemudian hari, menurut sumber pers Gedung Putih.

“Yang seharusnya mereka lakukan hanyalah berhenti di garis tempat mereka berada, garis pertempuran,” demikian pernyataan Trump kepada wartawan saat kembali ke Washington pada Minggu.

Trump mengatakan ia telah mengadakan pertemuan "akrab" dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Jumat (17/10) dan membantah laporan bahwa ia telah mendesak Kyiv untuk menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Moskow.

“Tidak, kami tidak pernah membahasnya,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa di wilayah Donbas, "78 persen wilayahnya telah direbut oleh Russia," dan mengatakan bahwa Ukraina dapat menegosiasikan "sesuatu di kemudian hari" tetapi penghentian pertempuran segera adalah prioritas.

Wilayah Donbas, yang mencakup Donetsk dan Luhansk, telah menjadi pusat konflik sejak 2014 ketika kelompok separatis yang didukung Russia mendeklarasikan republik terpisah setelah aneksasi Krimea oleh Moskow.

Pasukan Russia kemudian memperluas kendali atas sebagian besar wilayah itu setelah melancarkan operasi militer pada Februari 2022. SB/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Liga Inggris: Arsenal Beri Pelajaran, Coventry Tak Perlu Panik Usai Kalah Telak

MCU Punya Kesempatan Menunjukkan Sisi Mengerikan Kekuatan Rogue di Film X-Men

Josh Brolin Konfirmasi Sicario 3 Segera Dibuat

Batmobile Dikepung Pasukan SWAT, Muncul Teori Batman Punya Partner di The Batman Part II

Lando Norris Menjadi yang Tercepat pada Kualifikasi F1 GP Belanda

Maybank Marathon Targetkan Ajang Netral Karbon pada 2030

Edukasi dan Literasi Lingkungan pada Anak Usia Dini lewat Aksi Tanam Pohon

PLLA-LaSynPro Dorong Pendekatan Regeneratif dalam Estetika Medis Berbasis Bukti Ilmiah

Nama Besar Manchester United Hancur! Tim Promosi Hull City Tundukkan Setan Merah 2-0

Empat Remaja Terseret Ombak Saat Bermain di Pantai Tuturuga Minahasa

ASBANDA Dorong Simpeda Bertransformasi jadi Tabungan Digital yang Dekat dengan Masyarakat

Sandang Status UNESCO Media Arts, Malang Diminta Menekraf Buka Lapangan Kerja Inklusif

Indonesia Juara di Ajang FIFAe Continental Championship 2026 Asia

Indonesia Memborong Medali di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan

UMKM Tak Boleh Jalan di Tempat, BI Gandeng Generasi Muda Perluas Pasar

Demi Keselamatan, KAI Cirebon Benahi 30 Km Jalur Rel

Kemarau Panjang Bikin Petani Cemas, 1.400 Hektare Lahan Parigi Moutong Terdampak Kekeringan

Melon dari Bulak Peni, Manisnya Panen untuk Kemandirian Pangan Kulon Progo

Penumpang Diprediksi Membludak Saat Libur Maulid Nabi, KAI Palembang Tambah Gerbong Eksekutif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.