- Home
-
- Luar Negeri
-
- Terlibat Sindikat Penipuan...
Terlibat Sindikat Penipuan Online, 10 Warga Korea Selatan Ditangkap di Kamboja
Senin, 20 Okt 2025, 15:23 WIBSEOUL - Sepuluh warga Korea Selatan ditangkap di Kamboja, diduga terlibat dalam penipuan online, dua orang lainnya diselamatkan, kata diplomat tinggi Seoul, Senin (20/10), beberapa hari setelah puluhan orang yang bekerja dalam operasi penipuan besar-besaran itu dipulangkan.
Industri scamming (penipuan) bernilai miliaran dolar telah berkembang pesat di Kamboja dalam beberapa tahun terakhir, ribuan orang terlibat, sebagian melakukan dengan sukarela dan yang lainnya dipaksa oleh kelompok kriminal terorganisasi, kata para ahli.
Selama akhir pekan, Kamboja memulangkan 64 warga negara Korea Selatan yang ditahan karena diduga terkait dengan penipuan pig butchering (penyembelihan babi) , disebut demikian karena metode membangun kepercayaan dengan para korban dari waktu ke waktu sebelum mencuri uangnya.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan, 10 orang lagi ditangkap dan dua orang diselamatkan.
Mereka ditahan pada hari Kamis dan akan dipulangkan minggu ini, katanya.
Seoul juga berupaya menemukan 80 warga negara Korea Selatan yang masih hilang di Kamboja, kata Cho.
Sekitar 550 warga Korea Selatan dilaporkan hilang atau ditahan di luar kehendak mereka setelah memasuki Kamboja sejak tahun lalu, kata kementerian luar negeri minggu lalu.
Seoul memperkirakan sekitar 1.000 warga Korea Selatan termasuk di antara 200.000 orang yang bekerja dalam jaringan operasi penipuan di Kamboja.
Beberapa orang dipaksa melakukan "penyembelihan babi" atau penipuan asmara dengan ancaman kekerasan.
Mereka yang dideportasi selama akhir pekan ditahan tak lama setelah menaiki pesawat carteran pulang dan dikawal keluar pesawat dengan borgol.
Badan Kepolisian Nasional Seoul mengatakan pada hari Senin, pihaknya sedang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 59 orang di antaranya.Â
Para individu yang dipulangkan tersebut telah terlibat dalam kejahatan seperti penipuan suara, penipuan asmara, dan apa yang disebut skema penipuan "no-show", ungkap Park Sung-joo, kepala Kantor Investigasi Nasional, kepada wartawan minggu lalu.Â
Kelompok tersebut mencakup "peserta sukarela dan tidak sukarela", kata Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac.
Pemulangan para pengungsi ini merupakan tindak lanjut dari kemarahan publik atas penyiksaan dan pembunuhan seorang mahasiswa Korea Selatan di Kamboja tahun ini, yang dilaporkan dilakukan oleh sebuah kelompok kriminal.
Minggu lalu, pejabat kementerian luar negeri Korea Selatan bertemu dengan perdana menteri Kamboja dan polisi setempat untuk membahas pekerjaan palsu dan pusat penipuan.
- Sindikat Penipuan Online
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Cuaca Panas Menyengat Bikin Kaget Warga Sumbar! BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Dinas Pengendalian Kependudukan Kota Mataram Temukan Empat Kasus Baru Stunting
-
Tiongkok Hukum Mati 11 Anggota Sindikat Penipuan dan Perjudian Berbasis di Myanmar
-
Dilaporkan Hilang, WNI Asal Bandung Ini Ternyata Bekerja di Kamboja, KBRI Bantu Pemulangan ke Tanah Air
-
Militer Myanmar Tutup Pusat Kejahatan Siber di Dekat Perbatasan Thailand, Lebih dari 2.000 Orang Ditangkap
-
Warga bangun hunian sementara
-
Diburu FBI Ditangkap di Thailand, Seorang WNI Diduga Tipu Warga AS hingga 10 Juta Dollar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.