Memperkuat Tata Kelola Sumber Daya Alam di Wilayah Parigi Moutong
Senin, 20 Okt 2025, 22:55 WIBPalu - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung memperkuat tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) berbasis riset, inovasi, dan pendekatan ekologi berkelanjutan.
"Kerja sama ini sebagai salah satu strategi untuk memperkuat pembangunan, diikuti dengan penelitian, inovasi, dan teknologi, terhadap potensi daerah yang dapat dikembangkan," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Senin.
Ia menjelaskan Parigi Moutong memiliki kekayaan alam yang melimpah di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, hingga wisata bahari, namun potensi tersebut juga dihadapkan pada tantangan dalam menjaga keseimbangan ekologis di tengah tekanan eksploitasi dan perubahan iklim.
Melalui kemitraan dengan Unpad yang telah disepakati melalui penandatangan nota kesepakatan (MoU) di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (20/10), pihaknya berupaya menggeser paradigma pembangunan dari eksploitasi sumber daya menuju pengelolaan berbasis lingkungan.
"Pendekatan ini menempatkan keseimbangan alam sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan pembangunan," ujarnya.
Implementasi kerja sama melibatkan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) setempat menjadi penggerak utama dalam merancang program berbasis riset dan teknologi ramah lingkungan.
Melalui riset terapan dan pendampingan akademik dari Unpad, pihaknya menargetkan lahirnya model pengelolaan pesisir, kehutanan, dan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.
"Daerah kami memiliki garis pantai 474 kilometer berbatasan dengan Kabupaten Poso di sebelah selatan dan Provinsi Gorontalo sebelah utara. Untuk mengoptimalkan pengelolaannya maka dibutuhkan riset mendalam, supaya pengambilan keputusan tepat sasaran dengan mempertimbangkan sisi ekologis," tutur Erwin Burase.
Sementara itu Rektor Unpad Arief S Kartasasmita mengemukakan kolaborasi itu merupakan bagian dari tanggung jawab akademisi untuk menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan pembangunan.
"Kami percaya kebijakan berbasis riset dan ekologi menjadi kunci menjaga keberlanjutan alam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,â ucapnya.
Kerja sama dibangun tersebut, kata dia, diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun tata kelola SDA, yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga harmoni antara manusia dan alam.
âKami ingin Parigi Moutong menjadi laboratorium alam yang memadukan sains, kebijakan, dan teknologi dalam pembangunan berkelanjutan,â kata Arief S Kartasmita.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Kalahkan Garuda Jaya, LavAni Kokoh di Puncak Klasemen
-
Ratusan Bandar Narkoba di Lapas Narkotika Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
-
Libur Idul Fitri, Candi Borobudur Jadi Magnet Wisatawan
-
Jakarta Sepi, Jalan Layang MBZ Mulai Melandai H-1 Lebaran, Pemudik Terakhir Menang Banyak?
-
Hadirkan Inkubator Bisnis BDI, Kemenperin Perkuat Wirausaha Industri
-
Teman Pintar Indonesia, Wadah Pengembangan Kreativitas Generasi Muda dan UMKM Tingkatkan Daya Saing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.