Eros Djarot Rilis Dua Buku 'Autobiografi' dan “Apa Kata Sahabat”
Senin, 20 Okt 2025, 09:25 WIBJAKARTA - Politikus dan budayawan Eros Djarot merilis dua buku berjudul âAutobiografi Erros Djarot jilid 1â dan âErros Djarot Apa Kata Sahabatâ.
Pria bernama asli Soegeng Rahardjo Djarot ini mengatakan nilai kejujuran, konsistensi, dan integritas menjadi pesan utama dalam buku terbarunya itu, diharapkan pembaca dapat mengambil pelajaran yang diabadikan dalam karya tersebut.
âKejujuran, konsistensi itu penting dan integritas itu harus dipertahankan sampai kapanpun. Bisa banyak bertukar pikiran aja di sini, pengalaman yang tidak dilalui dari generasi yang akan datang mungkin bisa belajar dari apa yang sudah dilalui oleh yang dulu-dulu,â kata Eros Djarot saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, Minggu (19/20).
Buku autobiografi yang ditulis Eros merupakan sebuah kisah nyata yang memenuhi semua kaidah-kaidah sastra, yaitu ada tokoh, alur cerita, dialog, plot, imajinasi, gagasan, perenungan, konflik, bahkan konfirmasi dan kroscek data, sehingga bisa dikategorikan karya sastra nonfiksi.
Peluncuran buku tersebut juga ditandai dengan penyerahan penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori âBuku Autobiografi Pertama yang Ditulis dengan Kaidah Sastra" yang diserahkan oleh Jaya Suprana.
âSaya tulis buku autobiografi ini melalui renungan di ruang kontemplasi berhari-hari, hingga saya putuskan untuk mulai menulis dengan berpegang pada pijakan moral, tulis sejujurnya, walau tak sedap untuk dibaca oleh sejumlah pihak,â tutur dia.
Dalam buku itu, ia membuka kisah autobiografinya mengisahkan perjalanan hidupnya sejak usia 9 tahun yang menjadi anak broken home, menjadi aktivis sejak duduk di bangku SMP.
Kemudian, perjalanan bermusiknya yang dimulai sejak SMA hingga kisah proses kreatifnya melahirkan lagu âBisikkuâ bersama Barongâs Band yang menjadi soundtrack film âKawin Lariâ besutan sutradara Teguh Karya yang menghasilkan Piala Citra pertamanya sebagai music director di usia 25 tahun.
Proses kreatifnya menciptakan lagu-lagu di album âBadai Pasti Berlaluâ, seperti âMerpati Putihâ, âPelangiâ, atau âBadai Pasti Berlaluâ bersama Debby Nasution, Chrisye, dan Yockie Suryo Prayogo, serta termasuk kisahnya meraih Piala Citra keduanya sebagai music director di film âBadai Pasti Berlaluâ.
Perjalanannya menjadi sutradara salah satunya menyutradari film âTjoet Njaâ Dhienâ yang meraih delapan Piala Citra pada FFI 1988, tiga di antaranya buat Erros sebagai sutradara, penulis skenario dan cerita asli terbaik, serta menjadi film Indonesia pertama yang diputar di Cannes Film Festival tahun 1989.
Sementara itu, buku âErros Djarot Apa Kata Sahabatâ terkait kesaksian para sahabat yang mengonfirmasi tulisan Eros di buku autobiografinya.
Buku âErros Djarot Apa Kata Sahabatâ berisi tulisan dari 72 sahabat tentang Eros Djarot yang di antaranya ditulis oleh Guntur Soekarnoputra, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Mahfud M.D., Laksamana Sukardi, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
âBuku ini diawali dengan seluruh teman-teman dengan beda agama, beda politik tapi bersatu, mudah-mudahan itu pertanda yang baik, semoga lahirnya buku ini bisa menyatukan,â ujar Erros.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.