Kenin Hentikan Langkah Venus Williams dalam Duel Tengah Malam di US Open

Selasa, 01 Sep 2026, 00:04 WIB

NEW YORK — Sofia Kenin mengakhiri perjalanan Venus Williams di US Open setelah menundukkan petenis senior Amerika Serikat itu dalam duel babak pertama yang berlangsung hingga lewat tengah malam.

Kenin menang 6-2, 7-6 (8-6) atas Venus dalam pertandingan yang baru dimulai pukul 00.13 waktu setempat, Senin (31/8) WIB. Laga tersebut tercatat sebagai pertandingan putri dengan waktu mulai paling larut dalam sejarah US Open.

Ket. Foto: Sofia Kenin. — Sumber: WTA

Pertandingan di Arthur Ashe Stadium baru berlangsung setelah Novak Djokovic menyelesaikan duel lima set melawan Mariano Navone. Meski waktu telah melewati tengah malam, ribuan penonton masih bertahan untuk menyaksikan Venus, yang tampil menggunakan fasilitas wild card dalam penampilan ke-96 di babak utama Grand Slam sepanjang kariernya.

Venus, yang kini berusia 46 tahun, mendapat sambutan luar biasa dari penonton.

“Memang sangat larut,” ujar Venus seusai pertandingan.

“Saya belum pernah memainkan pertandingan selarut ini sebelumnya dan saya senang melihat begitu banyak orang tetap bertahan untuk menyaksikannya. Merupakan sebuah kehormatan besar bisa bermain di hadapan mereka.”

Kenin langsung mengambil kendali pertandingan dengan mematahkan servis Venus pada gim pembuka. Petenis berusia 27 tahun itu kemudian melaju 3-0 dan tidak pernah kehilangan keunggulan sepanjang set pertama.

Kedua pemain terlihat kesulitan menemukan ritme permainan. Bahkan, mereka menghasilkan total sembilan double fault pada set pembuka.

Venus sempat mendapat dukungan luar biasa dari tribun melalui teriakan, “Let's go Venus!” Ia membalas dengan mematahkan servis Kenin tanpa kehilangan poin untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Kenin kembali melakukan break dan kemudian mengamankan set pertama dengan skor 6-2.

Memasuki set kedua, Kenin kembali menekan. Ia merebut tiga gim beruntun untuk memimpin 3-1.

Venus sempat memperlihatkan kilasan permainan yang pernah membawanya meraih tujuh gelar Grand Slam. Namun, ia kesulitan mempertahankan konsistensi. Servis keduanya menjadi salah satu titik lemah yang terus dimanfaatkan Kenin.

Venus tujuh kali gagal menutup set

Drama terjadi ketika pertandingan memasuki fase akhir set kedua.

Kenin harus menyelamatkan empat break point sebelum menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Venus terlihat frustrasi setelah sejumlah kesalahan sendiri membuatnya kembali kehilangan gim.

Meski demikian, mantan juara Wimbledon dan US Open tersebut belum menyerah. Venus mampu mempertahankan servis untuk unggul 6-5 dan memaksa Kenin memainkan gim berikutnya demi bertahan.

Kenin berhasil mengamankan servisnya dan pertandingan akhirnya ditentukan melalui tie-break.

Venus sempat berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Ia bahkan memperoleh tujuh set point untuk memaksa pertandingan berlanjut ke set ketiga.

Namun, tidak satu pun peluang tersebut berhasil dikonversi.

Kenin bertahan dalam tekanan dan akhirnya menutup pertandingan melalui tie-break dengan skor 8-6.

“Saya sebenarnya menginginkan sesuatu yang berbeda. Ini jelas bukan situasi ideal,” ujar Venus.

“Tidak bagus bagi kami berdua, tetapi saya pikir kami sama-sama sudah berusaha sebaik mungkin.”

Selain hasil pertandingan, jadwal menjadi salah satu sorotan utama Venus. Ia mengaku belum pernah bermain dalam pertandingan yang dimulai sedini itu, atau lebih tepatnya, selarut itu.

“Saya tidak tahu olahraga lain di mana Anda harus memulai pertandingan selarut ini,” katanya.

“Saya benar-benar berpikir ada ruang untuk perbaikan dalam hal ini.”

Menurut Venus, bermain pada pukul 01.00 atau bahkan 02.00 dini hari membuat seorang pemain semakin sulit menemukan ritme permainan, terutama pada pertandingan pertama sebuah turnamen Grand Slam.

“Tidak mudah melakukannya di babak pertama. Tidak mudah bermain pada pukul 01.00 atau 02.00 pagi, kemudian berusaha menemukan ritme dan memainkan permainan terbaik. Tetapi saya sudah berusaha sebaik mungkin,” ujarnya.

Bagi Venus, kekalahan tersebut menutup penampilan ke-96 di babak utama Grand Slam. Meski gagal melanjutkan perjalanan, dukungan penonton yang bertahan hingga dini hari menjadi salah satu momen paling berkesan dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, Kenin, juara Australian Open 2020, akan menghadapi tantangan lebih berat pada babak berikutnya. Ia dijadwalkan bertemu Jessica Pegula, petenis putri Amerika Serikat peringkat teratas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.