Cetak Sawah Rakyat, Rejang Lebong Siap Jadi Lumbung Padi Baru Sumatera
Minggu, 19 Okt 2025, 23:20 WIBREJANG LEBONG â Program Cetak Sawah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
Melalui program ini, pemerintah bersama masyarakat berupaya membuka lahan-lahan tidur menjadi area produktif pertanian, sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat lokal.
Secara analitis, program ini memiliki nilai ganda: di satu sisi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan, di sisi lain memperluas kapasitas produksi beras nasional.
Pendekatan berbasis partisipasi masyarakat juga menjadi kunci penting, karena petani bukan sekadar penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam perencanaan dan pengelolaan lahan baru.
Lebih jauh, Cetak Sawah Rakyat dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi pedesaan jika disertai dukungan teknologi pertanian, akses permodalan, dan infrastruktur irigasi yang memadai.
Program ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal memberdayakan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Sebanyak 604 hektare lahan perkebunan di Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu bersiap sepenuhnya menjadi lokasi program pemerintah pusat berupa Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah itu.
"Ratusan hektare itu milik warga Desa Tanjung Gelang dan Desa Sukarami, di Kecamatan Kota Padang sebagai pusat CSR," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Suradi Ripai saat dihubungi di Rejang Lebong, Minggu (19/10).
Ia menjelaskan, warga di kedua desa itu sangat mendukung program itu sehingga mereka suka rela menyerahkan tanah mereka yang berisi tanaman sawit, buah durian dan kopi untuk dicetak menjadi sawah.
Ia menyebutkan, sebenarnya total luas lahan untuk program itu adalah 1.075 hektare, tetapi yang mampu dipenuhi seluas itu dan sisanya 487 hektare akan dilaksanakan di beberapa kecamatan lainnya, di Kabupaten Rejang Lebong.
"Lahan di Kecamatan Kota Padang ini tersebar di Desa Tanjung Gelang seluas 587,3 hektare dan 16,7 hektare di Desa Sukarami," katanya.
Sementara itu, terkait luas lahan lainnya pada beberapa kecamatan, katanya, setelah dilakukan survei investigasi desain (SID) ternyata tidak ditemukan adanya lahan yang satu hamparan.
Ia memberikan contoh, lahan di Desa Belumai I dan Belumai II di Kecamatan Padang Ulak Tanding dengan perkiraan seluas 300 hektare untuk program itu, ternyata setelah SID, hanya beberapa hektare saja dan tidak dalam satu hamparan.
"Itulah salah satu latar alasan mengapa kedua warga desa itu siap menyerahkan lahan perkebunan mereka untuk dijadikan sawah baru," katanya.
Namun, lanjutnya, mereka meminta dibuatkan jaringan pipa untuk pengairan ke calon sawah baru itu karena tidak ada irigasi di daerah itu.
"Jadi, nantinya sistem pengairannya akan menggunakan jaringan pipa yang airnya diambil dari kawasan hutan di wilayah itu," katanya menegaskan.
Menurut Suradi, pengerjaan pencetakan sawah baru seluas 604 hektare di Kecamatan Kota Padang saat ini sudah mencapai 300 hektare dan diperkirakan beberapa pekan ke depan sudah bisa rampung, sehingga bisa dilanjutkan pembukaan dan pencetakan 487 hektare sisanya.
Dia berharap program CSR yang diterima Kabupaten Rejang Lebong ini nantinya bisa cepat rampung sehingga akan meningkatkan produksi padi di wilayah itu serta bertambahnya luas sawah baku tersebar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong.
Luas sawah di Rejang Lebong kini tinggal 3.567,29 hektare.
- Cetak Sawah Rakyat
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.