Tayang di Bioskop! Film 'Jangan Panggil Mama Kafir', Sebuah Kisah Perjuangan Ibu-Anak Beda Agama
Jumat, 17 Okt 2025, 11:22 WIBSURABAYA - Aktris Michelle Ziudith menilai sosok Maria dalam film âJangan Panggil Mama Kafirâ menggambarkan perjuangan seorang ibu tunggal yang dengan penuh ketulusan membesarkan anaknya meski berbeda keyakinan agama.
âTernyata setelah riset, kami menemukan cukup banyak kasus di masyarakat di mana ibu dan anak berbeda keyakinan. Itu yang membuat aku semakin tertarik, karena temanya dekat dengan realita dan juga cukup berani,â kata Michelle saat ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (16/10).
Ia menuturkan bahwa proses pendalaman karakter berlangsung intensif selama sebulan sebelum syuting dimulai, karena seluruh tim berupaya menampilkan dinamika keluarga beda agama dengan penuh empati, bukan sensasi.
Michelle berharap penonton dapat menangkap pesan kemanusiaan dari film yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo itu.
âCinta tetap cinta, kasih sayang tetap kasih sayang. Tidak ada yang bisa memisahkan itu. Film ini ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk berjarak, tapi justru untuk saling memahami,â tuturnya.
Sementara itu, Pemeran Fafat, Giorgino Abraham, menuturkan film ini juga mengajak penonton untuk memahami bahwa cinta dan kasih sayang tak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama.
âLewat tokoh Maria, kita bisa melihat bahwa kasih seorang ibu itu universal. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk mencintai dengan tulus,â katanya.
Ia menambahkan, kisah Maria dan anaknya juga menggambarkan bentuk toleransi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kata aktor yang besar di Surabaya itu, film tersebut menunjukkan bagaimana perbedaan dapat menjadi sumber kekuatan, bukan konflik, serta menegaskan bahwa toleransi lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab seorang ibu terhadap anaknya.
Ia juga beranggapan jika film yang diproduksi oleh Maxima Picturea memberikan ruang bagi diskusi yang sehat tentang toleransi di Indonesia.
âMenurut saya, film seperti ini penting karena membuka ruang dialog. Kita bisa belajar melihat perbedaan sebagai hal yang indah, bukan ancaman,â tuturnya.
Ia juga mendorong sineas Tanah Air untuk terus menghadirkan karya yang berani dan relevan.
âFilmmaker harus berani keluar dari zona aman. Justru lewat tema yang sensitif tapi jujur seperti ini, film bisa memberi dampak sosial yang besar,â ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tayang di Bioskop 21 Mei, Film "Keluarga Suami Adalah Hama" Dibintangi Raihaanun dan Omar Daniel
-
Konten Lokal Indonesia Jadi Sorotan Global dalam Laporan The Netflix Effect
-
Harga Emas Antam pada Awal April, Naik ke Rp2,9 Juta Per Gram
-
Lebaran Sudah di Ambang Pintu, Semarang Masih Berjuang Melawan Banjir
-
Pemkab Kapuas Siapkan Izin Lingkungan untuk Proyek Dermaga Waterfront City
-
Pertamina Kalimantan Hadirkan Berbagai Program Promo Lebaran untuk Mudahkan dan Untungkan Pemudik
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.