- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov DKI Siaga Hadapi C...
Pemprov DKI Siaga Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Ini yang Dilakukan
Jumat, 17 Okt 2025, 09:39 WIBJAKARTA - Gubernur DKI, Pramono Anung menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat melakukan mitigasi menghadapi dampak cuaca panas ekstrem di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
âKami memahami situasi ini tidak mudah bagi masyarakat. Karena itu, saya telah meminta jajaran terkait untuk melakukan mitigasi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. Fokus utama kami adalah menjaga kesehatan dan keselamatan warga Jakarta di tengah cuaca ekstrem ini,â ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/10), seperti ditulis di situs web berita resmi Pemprov DKI.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Jakarta pada Rabu (16/10) mencapai 35 derajat Celsius, dengan kisaran suhu harian antara 26 hingga 34 derajat Celsius. Sebelumnya, pada 14 Oktober 2025, suhu tercatat mencapai 34â37 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
BMKG memperkirakan kondisi panas ekstrem ini masih berpotensi berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November. Kondisi ini dipengaruhi oleh gerak semu matahari dan penguatan Monsun Australia yang mengurangi kelembapan udara di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jakarta.
Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis lintas dinas untuk mengurangi dampak panas ekstrem. Upaya tersebut meliputi:
1. Modifikasi Cuaca
BPBD DKI Jakarta memperluas operasi modifikasi cuaca (OMC) bekerja sama dengan BMKG untuk mengatur distribusi curah hujan dan memantau potensi cuaca ekstrem.
2. Kesiapsiagaan Layanan KesehatanÂ
Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus dehidrasi, heatstroke, dan ISPA, serta menggelar edukasi publik agar warga menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00â14.00 WIB. Petugas kesehatan juga melakukan pemantauan dan distribusi air minum bagi kelompok rentan.
3. Penghijauan dan LingkunganÂ
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup mempercepat penanaman pohon dan penyemprotan water mist pada jam-jam puncak panas untuk menurunkan suhu mikro dan menambah kadar oksigen. Pemantauan pohon rawan tumbang akibat angin kencang juga diperketat.
4. Edukasi di Sekolah
Dinas Pendidikan memastikan setiap sekolah menerapkan SOP darurat suhu panas, termasuk pengaturan aktivitas luar ruangan bagi peserta didik.
5. Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas lingkungan dan transportasi untuk menyosialisasikan perilaku adaptif, seperti penggunaan masker, pengurangan emisi kendaraan, dan pemanfaatan ruang hijau publik yang teduh bagi pejalan kaki serta pesepeda.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112. Informasi lebih lanjut mengenai langkah mitigasi dan imbauan kesehatan dapat diakses melalui aplikasi JAKI, situs resmi jakarta.go.id, serta akun media sosial @DKIJakarta.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Ditahan Imbang Parma 2-2, AC Milan Tertahan di Peringkat Kedua Klasemen Liga Italia
-
Garuda Muda Wajib Menang Atas Filipina di SEA Games 2025
-
Setelah Saham Beralih, Direksi TikTok Bakal Didominasi Kandidat AS
-
Spanyol Upayakan Langkah Baru untuk Atasi Krisis Kemanusiaan Gaza
-
BMKG prediksi cuaca ekstrem dampak awan Cumulonimbus
-
KRI Brawijaya-320 Tiba di Jakarta
-
Integrasi Supply Chain Jadi Jawaban Tantangan Energi Nasional, ESDM Tekankan Pentingnya Jalur dari Hulu ke Hilir Lebih Efisien
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.