AS akan Akuisisi Lebih Banyak Perusahaan untuk Melawan Tiongkok

Jumat, 17 Okt 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON DC – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada Rabu (15/10), mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya menanggapi langkah ekonomi baru dari Tiongkok dengan meningkatkan kendali atas perusahaan-perusahaan Amerika di sektor strategis utama.

Langkah ini menandai era baru kebijakan industri di AS, yang berbeda dengan pendekatan tradisional para pembuat kebijakan yang selama ini menekankan pasar bebas dan investasi terbuka.

Ket. Foto: Menkeu AS Scott Bessent — Sumber: afp/ Brendan SMIALOWSKII

Namun, seiring meningkatnya dominasi Tiongkok dalam produksi mineral tanah jarang dan teknologi baterai, Presiden Trump ingin meniru sebagian strategi ekonomi Beijing.

Dengan mengambil lebih banyak saham di perusahaan Amerika yang bergerak di bidang-bidang yang dianggap kritis bagi keamanan nasional, pemerintahan Trump bertujuan untuk memiliki kendali lebih besar atas produksi perusahaan-perusahaan tersebut.

Tujuannya adalah agar AS menjadi lebih mandiri dari Tiongkok, terutama untuk teknologi sensitif yang selama ini digunakan Beijing sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi perdagangan.

“Ketika Anda berhadapan dengan ekonomi yang tidak berbasis pasar seperti Tiongkok, maka Anda harus menjalankan kebijakan industri,” ujar Bessent.

Ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu meningkat tajam setelah pemerintah Tiongkok pekan lalu mengusulkan sistem perizinan baruuntuk mengatur perdagangan global produk yang mengandung unsurmineral tanah jarang asal Tiongkok, atau yang ditambang serta diproses menggunakanteknologi Tiongkok.

Aturan tersebut, yang akan berlaku akhir tahun ini, mengejutkan pemerintah dan bisnis asing, yang secara teoritis perlu mendapatkan izin dari Beijing untuk berdagang berbagai produk, mulai dari mobil hingga cip komputer, bahkan di luar perbatasan Tiongkok. Sistem ini juga akan menolak pengiriman ke produsen pertahanan atau senjata AS dan Eropa mana pun, yang masih sangat bergantung pada mineral Tiongkok.

Harus Mandiri

Pekan lalu, Trump menanggapi dengan mengancam akan mengenakan tarif tambahan 100 persen pada produk-produk dari Tiongkok pada tanggal 1 November dan membatalkan pertemuan mendatang dengan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

Setelah pengumuman tersebut menyebabkan pasar saham anjlok, Trump segera mengklarifikasi pernyataannya. Ia mengatakan mungkin akan tetap bertemu Xi dan menulis di media sosial pada 12 Oktober: "Jangan khawatir tentang Tiongkok, semuanya akan baik-baik saja!"

Menteri Keuangan AS merujuk pada pengumuman Tiongkok minggu lalu tentang kontrol ekspor baru mineral tanah jarang sebagai alasan mengapa AS harus menerapkan kontrol negara yang lebih ketat terhadap korporasi. "Ketika kita menerima pengumuman seperti minggu ini dari Tiongkok tentang mineral tanah jarang, kita menyadari bahwa kita harus mandiri, atau kita harus cukup dengan sekutu kita," kata Bessent.

Pemerintahan Trump telah mengambil alih saham di beberapa perusahaan, termasuk US Steel dan Intel, serta Trilogy Metals dan MP Materials, sebuah perusahaan pertambangan logam tanah jarang. Trump juga menuntut pemotongan pendapatan dari penjualan cip yang diperoleh Nvidia dan Advanced Micro Devices dari Tiongkok.

AS telah berupaya mengejar ketertinggalan dalam perlombaan mineral penting, yang krusial bagi teknologi canggih termasuk persenjataan, pesawat terbang, dan chip komputer. Bessent mencatat bahwa pengembangan "cadangan mineral strategis" merupakan prioritas dan mengatakan bahwa JPMorgan Chase tertarik untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam inisiatif tersebut.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Purbaya: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Paling Cepat bisa Berlaku September 2026

Ajang Lari Cirebon QRIS Run 2026, Sarana Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

InJourney Destination Bantu Rehab Rumah Nenek Kroniah di Sleman Agar Layak Huni

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Pascagempa di NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal

Sumatera Utara Diprediksi BMKG Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Sejarah Mencatat! Akan Ada Pemain Indonesia Pertama Berlaga di Liga Champions

Dari Rumah Kontrakan Menuju Kemandirian Finansial: Perjalanan Inspiratif Seblak Ngapak Bali

Update Transfer Sementara Liga Jerman: Saibari Ditebus Bayern dari PSV Eindhoven, Segini Harganya!

Minim Tempat Rehabilitasi Narkoba, DPRD DKI Dorong Rumah Sakit Khusus

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.