Motegi Membuka Jalan Menuju Penentuan Gelar MotoGP 2026

Jumat, 02 Okt 2026, 07:00 WIB

MOTEGI, JEPANG- Balapan MotoGP 2026 memasuki fase penentuan di Asia dan Oseania. MotoGP Jepang di Mobility Resort Motegi akhir pekan ini menjadi awal dari rangkaian lima seri dalam enam pekan yang berpotensi mengubah peta persaingan gelar dunia.

Pembalap Spanyol Jorge Martin datang sebagai pemuncak klasemen dengan keunggulan hanya 12 poin atas juara bertahan dan kompatriotnya, Marc Marquez. Pembalap Italia Marco Bezzecchi, rekan setim Martin di Aprilia, juga masih berada dalam jarak 42 poin. Sementara itu, Pedro Acosta mulai mengancam dari belakang. Pembalap Red Bull KTM itu tertinggal 72 poin, tetapi sedang berada dalam performa terbaik sepanjang karier MotoGP-nya.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan MotoGP Jepang di sirkuit Motegi. — Sumber: MotoGP

Acosta membukukan lima finis lima besar secara beruntun, termasuk tiga podium. Puncaknya terjadi di Austria ketika pembalap muda Spanyol tersebut meraih kemenangan perdana di kelas premier.

Dengan persaingan yang semakin rapat, satu kesalahan pada Sprint maupun Grand Prix dapat membuat posisi di klasemen berubah drastis.

Motegi juga memiliki makna emosional bagi Marquez. Setahun lalu, sirkuit ini menjadi panggung penting kebangkitannya. Dia finis kedua di belakang Francesco Bagnaia dan memastikan gelar juara dunia MotoGP ketujuh. Bagnaia memang mendominasi akhir pekan itu dengan pole, kemenangan Sprint, dan kemenangan Grand Prix, tetapi Marquez pulang membawa trofi yang paling berharga.

Tantangan pertama di Motegi justru bisa datang dari cuaca. Hari Jumat diperkirakan jauh lebih dingin dibandingkan dua hari berikutnya. Suhu lintasan sesi latihan bebas (FP1) diperkirakan hanya sekitar 17 derajat Celsius dengan peluang hujan 40 persen. Di sesi latihan sore, suhu berada di kisaran 18 derajat.

Kondisi berubah drastis pada hari Sabtu. Suhu lintasan diperkirakan menembus 30 derajat dan dapat mencapai pertengahan 30-an saat kualifikasi. Minggu diperkirakan kering dengan suhu lintasan sekitar 28-29 derajat saat Grand Prix dimulai.

Perubahan suhu hampir 20 derajat itu dapat menyulitkan tim menentukan setelan motor. Motegi sendiri dikenal sebagai sirkuit yang sangat menuntut kemampuan pengereman. Trek sepanjang 4,8 kilometer memiliki delapan tikungan kanan dan enam tikungan kiri, dengan lintasan lurus terpanjang 762 meter.

Tikungan 11 menjadi salah satu titik paling berat. Pembalap harus mengerem keras dalam kondisi menurun sebelum menyiapkan motor untuk akselerasi berikutnya. Raul Fernandez menyebut tikungan tersebut sebagai salah satu bagian tersulit karena pembalap harus terlambat mengerem sekaligus menjaga momentum menuju lintasan lurus.

Jack Miller juga memiliki kenangan manis di Motegi. Pada tahun 2022, pembalap Australia itu tampil dominan dan menang dengan keunggulan lebih dari tiga detik atas Brad Binder. Kini Miller kembali bersama Prima Pramac Yamaha dan menyebut Motegi sebagai salah satu dari tiga sirkuit favoritnya.

Sorotan lain tertuju kepada Ai Ogura. Pembalap Jepang itu memasuki balapan kandang dengan modal kuat setelah finis keempat pada Sprint dan Grand Prix Austria. Ogura kini berada di posisi keenam klasemen dengan 222 poin. Dia juga memiliki sejarah istimewa di Motegi setelah menang di Moto2 pada 2022 dan menjadi pembalap Jepang pertama dalam 16 tahun yang memenangi Grand Prix kandang.

Honda dan Yamaha tentu mendapat perhatian lebih di Jepang. Honda akan diperkuat Somkiat Chantra setelah Joan Mir kembali absen karena masalah kesehatan yang masih menjalani pemeriksaan. Takaaki Nakagami juga tampil sebagai wildcard. Yamaha mengandalkan Fabio Quartararo, Alex Rins, Miller, dan rookie Toprak Razgatlioglu.

Maverick Viñales juga kembali membalap setelah absen sejak GP Jerman akibat cedera bahu. Namun ia mengakui belum mencapai kondisi 100 persen dan menargetkan proses pemulihan secara bertahap.

Bagnaia pun tak boleh diabaikan. Meski hanya berada di posisi kesembilan klasemen, ia tampil sempurna di Motegi tahun lalu dengan pole, kemenangan Sprint, dan kemenangan Grand Prix.

Pada akhirnya, perhatian terbesar tetap tertuju kepada Martin dan Marquez. Selisih hanya 12 poin membuat setiap hasil di Motegi sangat berarti. Bezzecchi masih mengintai, sedangkan kebangkitan Acosta menambah tekanan di barisan depan.

Setahun lalu Marquez meninggalkan Motegi sebagai juara dunia. Kali ini, dia datang ke Jepang dengan misi berbeda: merebut kembali posisi teratas klasemen.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.