- Home
-
- Luar Negeri
-
- Nepal Tetapkan Hari Berkab...
Nepal Tetapkan Hari Berkabung untuk 1.380 Orang yang Tewas Akibat Banjir Bandang
Senin, 07 Sep 2026, 17:15 WIBKHATMANDU - Nepal menggelar hari berkabung nasional pada Senin (7/9) untuk mengenang sedikitnya 1.380 orang yang tewas akibat banjir dahsyat yang melanda wilayah Himalaya pada akhir Agustus.
Bendera Nepal dikibarkan setengah tiang di kantor-kantor pemerintah dan sejumlah misi diplomatik Nepal di luar negeri. Hari berkabung tersebut merupakan hari ke-13 sejak bencana terjadi.
Kementerian Dalam Negeri Nepal menyatakan tidak ada agenda khusus yang digelar pemerintah karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di wilayah terdampak.
âTidak ada program pemerintah yang diselenggarakan karena operasi penyelamatan dan pencarian masih berlangsung di daerah yang terkena banjir,â kata Phanindra Paudel dari Pusat Operasi Darurat Nasional (NEOC) kepada Reuters.
Bencana terjadi pada 26 Agustus setelah material berupa lumpur dan batu berukuran besar yang dipicu pecahnya gletser runtuh ke sungai di kawasan perbatasan Himalaya antara Nepal dan wilayah Tibet, Tiongkok.
Banjir yang terjadi kemudian menerjang sejumlah wilayah dan proyek pembangkit listrik tenaga air. Selain korban tewas, lebih dari 5.500 orang masih dilaporkan hilang.
Upaya pencarian hingga kini masih dilakukan. Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelamat menemukan dan menyelamatkan empat orang yang sebelumnya terjebak di lokasi terdampak.
Salah satunya merupakan warga negara Tiongkok yang ditemukan di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air pada Sabtu (5/9). Dua pekerja pembangkit listrik tenaga air juga diselamatkan dari terowongan lain pada Jumat (4/9), sementara seorang perempuan Nepal ditemukan dari rumahnya yang tertimbun material banjir pada Sabtu.
Presiden Nepal Ram Chandra Paudel dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak pada Senin untuk melihat langsung kerusakan akibat bencana.
Keluarga Korban Desak Pencarian Dipercepat
Di Kathmandu, keluarga korban yang masih hilang berkumpul di sekitar kantor perdana menteri dan sejumlah kementerian. Mereka meminta pemerintah mempercepat pencarian orang-orang yang hilang dalam bencana tersebut.
Sebagian besar korban yang dicari merupakan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air. Mereka tersapu derasnya aliran Sungai Bhotekoshi atau tertimbun material longsoran dan puing-puing.
Sumana Shrestha datang bersama keluarganya sambil membawa poster bergambar suaminya, seorang konsultan geologi berusia 55 tahun yang belum diketahui keberadaannya sejak bencana terjadi.
Suaminya bekerja di kantor proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli. Bangunan kantor dua setengah lantai itu dilaporkan tertimbun material banjir.
âKami di sini karena kami belum mendengar kabar tentang upaya penyelamatan apa pun dalam proyek ini, tetapi sudah 13 hari berlalu,â kata Sumana.
âSatu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah berdoa kepada Tuhan dan berharap akan adanya keajaiban.â
Mahesh Prasad Shrestha, pengunjuk rasa lainnya, membawa foto saudaranya, Niraj Shrestha, insinyur berusia 52 tahun yang juga bekerja di lokasi tersebut.
Ia mempertanyakan penggunaan peralatan berat dalam operasi pencarian. Menurutnya, otoritas Nepal baru mengirimkan ekskavator berukuran kecil menggunakan helikopter pada hari keenam atau ketujuh setelah bencana.
âSeharusnya mereka memesan helikopter besar dari tempat-tempat seperti Tiongkok atau India untuk menerbangkan peralatan,â ujarnya.
Pemerintah Nepal menyebut pencarian difokuskan pada 12 proyek pembangkit listrik tenaga air. Sekitar 900 pekerja dilaporkan masih hilang, sementara sekitar 500 orang lainnya diyakini terjebak di dalam sejumlah terowongan.
Tim penyelamat khusus dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Serikat turut dikerahkan untuk menyisir puing-puing, bangunan yang rusak, serta terowongan di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air.
- Banjir Bandang Nepal-Tibet
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kepala Sekolah Berhasil Selamatkan Nyawa 900 Siswa dari Terjangan Banjir Bandang Nepal-Tibet di Menit-Menit Terakhir
-
Demi Mengejar Produksi yang Lebih Tinggi, Sawit Harus Diremajakan
-
Banjir Bandang Nepal Terjang Permukiman, Ratusan Orang Masih Hilang
-
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Capai 804 Orang dan 3.048 Hilang, Jenazah Mulai Dikuburkan
-
Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.